Pembunuh Pelajar Bogor Divonis 9 Tahun

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 05 Oktober 2018 - 15:08:59 WIB   |  dibaca: 474 kali
Pembunuh Pelajar Bogor Divonis 9 Tahun

MENYESAL : Sembilan anggota All Base Lima5 tertunduk lesu menjelang putusan PN Serang. Terdakwa divonis 8 dan 9 tahun penjara karena terbukti telah melanggar pasal 170 KUHP.

SERANG - Panglima All Base Lima5, Sae Muhidi divonis sembilan tahun penjara oleh Majelis Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kamis (4/10). Sementara, delapan anggotanya divonis 8 tahun penjara dalam kasus penyerangan 49 pelajar SMK Yayasan Kejuruan Teknologi Baru (YKTB) I Bogor hingga menewaskan Rizki Adi Kusuma pada Maret 2018 lalu.


Ketua Majelis Hakim PN Serang Nurhadi mengatakan, kesembilan terdakwa Aji Riski, Agus Sahlan, Ilham Budi Pratama, Rohmat, Muhammad Arif, Juhri, Firman, Nurohim dan Sae Muhidi terbukti bersalah melanggar Pasal 170 ayat 2 ke-3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan menyebabkan nyawa orang lain menghilang.


"Mengadili, menyatakan terdakwa Aji Riski, Agus Sahlan, Ilham Budi Pratama, Rohmat, Muhammad Arif, Juhri, Firman, dan Nurohim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Menjatuhkan pidana 8 tahun penjara dikurangi selama masa tahanan," kata majelis hakim di hadapan terdakwa dan JPU Kejari Serang Hilmy.


Sementara itu, Sae Muhidi divonis 9 tahun penjara, karena terbukti menjadi otak penyerangan. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU. Sebelumnya delapan terdakwa dituntut 10 tahun penjara dan Sae dituntut 11 tahun penjara.


Pertimbangan yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatannya membuat resah masyarakat, perbuatan terdakwa juga telah menyebabkan matinya korban. "Hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya, terdakwa masih berusia muda, terdakwa dan keluarga korban sudah ada perdamaian, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga," ujarnya.


Dalam amar putusannya, peristiwa itu berawal saat 49 orang pelajar SMK Yayasan Kejuruan Teknologi Baru (YKTB) I Bogor berjalan pulang dari Pantai Anyer, Kabupaten Serang menuju Bogor. Mereka menumpang sebuah truk yang melintas menuju Pandeglang. Puluhan pelajar itu kemudian berhenti di daerah Baros.


Turun dari truk, korban bersama rombongan berusaha mencari tumpangan lain menuju Kota Serang. Sebuah truk berhasil ditumpangi mereka menuju Kota Serang. Saat melintas di daerah Palima, keberadaan puluhan pelajar itu terlihat oleh Muhammad Arif, salah satu terdakwa.


Keberadaan korban dan rombongan dikabarkan Muhammad Arif melalui pesan di grup whatsapp All Base Lima5. Sae Muhidi yang menjadi panglima All Base Lima5 itu langsung merespons informasi tersebut.“Sae Muhidi meresponsnya dengan mengirimkan pesan melalui grup whatsapp All Base Lima5, tersebut sekira jam 15.01 WIB yang isi pesannya yaitu “coba kondisekeun geh”,” tambahnya.


Pesan Sae Muhidi dimaksudkan agar seluruh anggota All Base Lima5 menghadang dan melakukan kekerasan terhadap rombongan pelajar asal Kota Hujan tersebut. Sementara, Muhamad Arif diberikan perintah khusus oleh Sae Muhidi untuk membuntuti rombongan korban.“Sae Muhidi juga menyuruh teman-temannya, apabila bertemu dengan rombongan SMK YKTB I Bogor untuk memukuli dan melempar mereka dengan batu,” katanya Nurhadi.


Berdasarkan arahan Sae Muhidi, delapan terdakwa bersama empat orang pelaku lain menyerang rombongan. Penyerangan dilakukan tepat saat mereka melintas di jembatan Tol Pakupatan. Rombongan pelajar asal Bogor itu kocar-kacir. Apesnya, Rizki Adi Kusuma terjatuh saat berlari.


Saat terjatuh, paha korban sebelah kanan terkena sabetan senjata tajam (sajam) jenis gergaji besar oleh Firman Hadiyansyah. Disusul sabetan celurit Ilham Budi Pratama yang mengenai punggung bagian kiri. Nyawa korban tak tertolong setelah celurit Nurohim menyasar paha kiri korban.


Mendengar putusan majelis hakim, kesembilan terdakwa yaitu Aji Riski, Agus Sahlan, Ilham Budi Pratama, Rohmat, Muhammad Arif, Juhri, Firman, Nurohim dan Sae Muhidi menerima putusan tersebut. Sedangkan JPU Kejari Serang Hilmy mengatakan pikir-pikir.“Kami menerima,” kata semua terdakwa. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook