Sampah Didominasi Plastik dan Kaleng

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 08 Oktober 2018 - 12:05:34 WIB   |  dibaca: 55 kali
Sampah Didominasi Plastik dan Kaleng

MENUMPUK : Warga dan aparat pemerintah mengangkat sampah dari DAS Cikupa di Kampung Ciekek Babakan Karaton, Desa Karaton, kemarin.

PANDEGLANG - Puluhan masyarakat dibantu petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang, unsur Pemerintah Kecamatan Majasari, Babinsa, dan Babinkamtibmas melakukan aksi bersih-bersih Sungai Cikupa di Kampung Ciekek Babakan Karaton, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Minggu (7/10) pagi.


Sebanyak dua kontainer truk sampah diangkut dari sungai tersebut menggunakan mobil truk milik DLH. Sampah didominasi sampah anorganik, seperti plastik, kaleng, kain, hingga sofa.
Kerja bakti yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu didominasi oleh laki-laki.


Ketua RT 02, Rosid yang ikut dalam kerja bakti mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kelurahan, kecamatan hingga DLH untuk menangani sampah tersebut. Kata dia, untuk solusi jangka pendek, selain mengangkut sampah dan juga akan dibuatkan pagar atau jaring di sekitar pinggiran Sungai Cikupa serta dibangun Pos Ronda."Penanganan sampah ini butuh kerjasama semua pihak dan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Hari ini (kemarin-red) kita bersihkan sampah, meski belum total. Ke depan kita usulkan bronjong sambil sampah terus dibersihkan," ungkap Rosid.


Warga setempat, Ari Supriadi mengatakan, persoalan sampah tidak hanya tanggungjawab pemerintah, tetapi juga masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut. Menurutnya, meski sudah ada Perda K3 yang memiliki sanksi terhadap pembuang sampah sembarangan, namun itu bukan solusi terbaik. "Baiknya masyarakat diedukasi tentang bagaimana memperlakukan sampah sesuai dengan jenisnya. Jika masyarakat bisa mengelola sampahnya secara mandiri, saya kira akan banyak keuntungan.

Selain lingkungan akan terjaga, sampah organik bisa dibuat pupuk dan untuk sampah anorganik seperti gelas dan botol plastik, kaleng, kardus dan lainnya bisa dijual atau dibuat kerajinan tangan," terangnya.


Ia menyarankan, pemerintah daerah memfasilitasi warganya untuk membuat Bank Sampah di tiap RW. Kemudian untuk Sungai Cikupa, ke depannya bisa ditata dengan dijadikan taman bermain warga yang bersifat edukatif.  "Akhir tahun 2016 lalu kan pemerintah daerah sudah studi banding ke Bandung dan melihat Sungai Cikapundung yang ditata sedemikian rupa.

Sungai Cikapundung kini menjadi destinasi wisata dan ada nilai edukasinya, saya kira hasil studi banding itu sudah waktunya diterapkan di Sungai Cikupa," pungkas Ari. Camat Majasari, Neneng Nuraeni mengimbau, masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, termasuk di Sungai Cikupa.


Kata dia, persoalan sampah di Sungai Cikupa ini akan terus disampaikan dalam rapat-rapat koordinasi. "Nanti itu akan saya sampaikan dalam rapat koordinasi, rapat pembinaan RT/RW, supaya RT/RW membina warganya agar tidak membuang sampah ke Sungai Cikupa lagi.


Bahkan, pihaknya juga tidak hanya concern pada kebersihan Sungai Cikupa, melainkan sungai-sungai lainnya yang melintas di Kecamatan Majasari. Ia akan berkirim surat ke jajarannya yang beriai imbauan untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan "Saya juga akan berkirim surat lagi LH untuk memfasilitasi pembersihan Sungai Cikupa, karena itu (sampah, red)  sudah bertahun-tahun masyarakat buang sampah di situ. Karena itu pinggir jalan, kita akan usulkan pembangunan TPT (Tembok Penahan Tebing, red) agar tidak longsor," beber dia. (muhaemin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook