MAP Untirta Hadirkan Pembicara dari Malaysia

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Senin, 08 Oktober 2018 - 12:31:41 WIB   |  dibaca: 321 kali
MAP Untirta Hadirkan Pembicara dari Malaysia

SEMINAR : Narasumber peserta dan panitia seminar internasional Magister Administasi Publik Unitirta berfoto bersama usai kegiatan di gedung LPPM Untirta, Sabtu (6/10).

SERANG - Pascasarjana Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar seminar internasional bertajuk The Comparison On Political System Between Indonesia and Malaysia di gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untirta, Sabtu (6/10).


Seminar yang dihadiri sekitar 100 peserta itu menghadirkan dua pembicara dari Malaysia yakni Jayum Anak Jawan yang merupakan profesor bidang politik dan pemerintahan Universitas Putra Malaysia, serta Al Azharri Kamunri yang juga dari Universitas Putra Malaysia. Keduanya dipanel dengan August Mellaz, Direktur Sindikasi Pemilu dan Demokrasi.


Ketua Program Studi MAP Untirta Raden Nia Kania Kurniawati mengatakan bahwa seminar internasional tersebut digelar sebagai rangkaian Dies Natalis Untirta ke-37. Ini adalah seminar internasional ketiga yang digelar MAP di tahun 2018. "Karena sebentar lagi ada pemilihan presiden. Dan di Malaysia juga ada election (pemilihan) tahun ini. Mudah-mudahan kegiatan ini jadi perbandingan agar pemilu di kita bisa berjalan aman dan damai," kata Nia.


Kegiatan tersebut juga bagian dari penjajakan kerjasama antara MAP Untirta dengan Universitas Putra Malaysia. "Mudah-mudahan ke depan Untirta dan Universitas Putra Malaysia bisa berhubungan dengan baik," katanya.


Direktur Pasca Sarjana Untirta Suherman mengatakan bahwa Pascasarjana Untirta baru berjalan sembilan tahun. Masih sangat muda jika dibandingkan dengan pascasarjana di universitas negeri terkemuka lain di Indonesia. Oleh karena itu, masih butuh banyak pengayaan di sana sini serta kerjasama dengan berbagai pihak.


Salah satu kegiatan yang sangat diapresiasi pihaknya, kata Suherman, adalah kegiatan seminar internasional seperti yang dilaksanakan oleh MAP. "Mudah-mudahan ini bukan yang pertama dan yang terakhir. Kita akan melahirkan kegiatan-kegiatan lain yang aakan datang. Dengan MoU (memorandum of understanding) lebih baik lagi," tuturnya.


Berkaitan dengan pemilu dan sistem politik yang dibahas, para akademisi, kata Suherman, sangat berharap pemilihan legislatif dan pemilihan presiden di Indonesia yang dilaksanakan serentak bisa berjalan dengan kondusif. "Ketika urusannya pemilu, itu di setiap negara pasti jadi hangat bahkan panas suasana politiknya. Kita juga tidak menafikan kondisi di Indonesia. Mudah-mudahan bisa menghasilkan pemimpin yang bisa membawa perubahan," tuturnya. (tanjung)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook