Motor Dibawa Begal, Pemuda Bunuh Diri

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 08 Oktober 2018 - 12:43:35 WIB   |  dibaca: 325 kali
Motor Dibawa Begal, Pemuda Bunuh Diri

EVAKUSI : Jenazah Sapriyudin (20) warga kampung Nagara Padang, Desa Kampung Baru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang dievakuasi ke RSUD Serang untuk menjalani otopsi. Sapriyudin gantung diri diduga karena depresi motornya dirampas kawanan begal motor.

SERANG- Sapriyudin (20) warga Kampung Nagara Padang, Desa Kampung Baru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang ditemukan tewas menggantung di rumah kosong tak jauh dari kediamannya, Jumat (5/10) sore. Diduga korban mengalami depresi setelah motornya hilang dibawa kawanan begal motor saat pulang kerja di Jakarta.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Banten Raya, Sapri selama ini melakukan aktivitas jualan kelapa di Jakarta. Pada 1 Oktober 2018, korban pamit untuk pulang ke kampung halamannya menaiki sepeda motor Honda Sonic.


Namin ketika tiba di rumahnya pada Kamis (4/10) malam, Sapri tidak mengendarai motor. Kepada orangtuanya, Sapri mengaku telah dibegal di Jakarta. Bahkan kunci serta STNK ikut dibawa oleh pelaku.
 

Tanpa bicara panjang lebar, anak pertama dari pasangan suami istri Jasmara (42) dan Sumyati (40) tersebut langsung masuk ke kamar. Esok harinya Jasmara ingin kembali berbicara kepada korban terkait pembegalan yang dialami anaknya.

Namun anaknya justru tidak berada di dalam kamar. Jasmara kemudian mencarinya, dan akhirnya mendapati anaknya sudah dalam keadaan gantung diri, dengan leher terjerat tali tambang yang diikat di kayu plafon rumah kerabatnya.
 

Kapolsek Petir AKP Edi Susanto ketika dikonfirmasi mengungkapkan, korban Sapriyudin ditemukan dalam keadaan gantung diri sekitar pukul 14.00. Korban langsung dibawa ke RSUD dr Drajat Prawiranegara untuk memastikan penyebab kematian."Dari hasil pemeriksaan luar (visum) oleh tim dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Setelah menjalani visum, jasad korban kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," katanya kepada Banten Raya, Sabtu (6/10).


Menurut Edi, motif korban nekad gantung diri belum diketahui secara pasti. Namun didapat keterangan bahwa korban sempat bercerita kepada orangtuanya, motor Honda Sonic yang biasa digunakannya di Jakarta hilang (dibegal) di Jakarta."Korban mengaku ke bapaknya kalau motornya hilang di Jakarta. Besoknya dia malah ditemukan gantung diri," ujarnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook