Elpiji 3 Kg Semakin Tak Terkendali

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 08 Oktober 2018 - 14:56:56 WIB   |  dibaca: 284 kali
Elpiji 3 Kg Semakin Tak Terkendali

BONGKAR MUAT : Mobil agen operasional pengangkut elpiji 3 kg melakukan bongkar muat di SPBE PT Multiniaga Karunia Kecamatan Karangtanjung, kemarin.

PANDEGLANG - Harga elpiji 3 kilogram sampai hari ini tak kunjung turun. "Harga elpiji 3 kg gak pernah ada turunnya, selalu mahal. Bukannya turun, malah naik yang tadinya Rp 26 ribu, sekarang menjadi Rp 27 ribu," kata Ika Srihati, warga Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang, Minggu (7/10).


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Pandeglang Andi Kusnardi mengakui harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer tidak bisa dikendalikan. Hasil ini diketahui, setelah jajarannya  melakukan pengecekan harga hingga distribusi elpiji 3 kg di beberapa pangkalan dan pengecer. "Hampir setiap berkala kita sidak (inspeksi mendadak) bersama Bagian Administrasi Perekonomian Setda Pandeglang. Kenyataannya, harga elpiji 3 kg masih mahal, diangka segitu (Rp 27 ribu)," katanya.


Andi menyebutkan, mahalnya harga disebabkan karena ulah oknum pangkalan yang menjual elpiji 3 kg kepada para pengecer di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sekitar Rp 16 ribu per tabung. "Sebetulnya, harga elpiji bisa mahal posisinya berada di pangkalan yang bermain. Memang kalau untuk harga kita gak punya kewenangan, tapi jangan sampai harganya melonjak jauh," ujarnya.


Menurutnya, temuan mahalnya harga elpiji 3 kg sudah disampaikan melalui Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) Banten. Namun, sampai saat ini laporan yang disampaikan tidak adanya tindaklanjut karena harga elpiji bersubsidi di tingkat pengecer masih belum dapat dikendalikan. "Sudah beberapa kali kita sampaikan. Hiswana Migas janjinya siap menindaklanjuti, tapi tetap saja masih ada yang begitu," imbuhnya.


Andi meminta Hiswana Migas Banten untuk memberikan sanksi tegas bagi oknum pangkalan yang bermain harga elpiji 3 kg melebihi HET. "Pangkalan tanggung jawabnya adalah Hiswana Migas. Kalau ada pangkalan yang bermain harga sudah stop saja usahanya. Bikin pangkalan baru dengan orang-orang yang benar, supaya tidak merugikan masyarakat," pintanya.


Ditambahkannya, mahalnya harga elpiji bersubsidi sudah disampaikan ke Disperindag Provinsi Banten. "Kalau perkembangan harga kita hanya melaporkan saja ke provinsi. Disperindag Banten sudah ada tupoksinya dari pusat. Kewenangan kabupaten hanya melakukan koordinasi harga saja. Kita hanya ingin memastikan stok kebutuhan elpiji tercukupi agar tidak ada elpiji yang ditimbun," tambahnya.


Sekretaris Hiswana Migas Banten Oji Fahroji menyebutkan, mahalnya harga elpiji 3 kg karena ulah pengecer yang bermain dengan harga. "Kalau pola distribusi yang selama ini kita pakai memang cukup sulit untuk menertibkan para pengecer, dan kenyataannya yang memanfaatkan kondisi seperti ini para pengecer. Kecuali pola distribusinya kita usulkan ke pemerintah pusat dengan sistem pola distribusi tertutup," imbuhnya.


Oji mengklaim belum mendapatkan aduan dari Pemkab Pandeglang dengan adanya oknum pangkalan yang menjual elpiji 3 kg kepada pengecer di atas HET. "Belum ada tembusan. Biasanya kalau sudah koodinasi pasti ada tembusan ke Hiswana. Untuk dinas provinsi, biasa koordinasinya ke dinas ESDM," katanya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook