Tak Pernah Berhenti Cari Terobosan untuk Rakyat

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 08 Oktober 2018 - 15:01:35 WIB   |  dibaca: 109 kali
Tak Pernah Berhenti Cari Terobosan untuk Rakyat

"Kita semua ini nih sudah berani pakai baju coklat (seragam pemerintah daerah) ini, sudah siap jadi pembantu. Emang masyarakat juragan kita toh. Yang gaji kita siapa. Kan mereka. Pajak mereka yang kita makan. Pajak mereka yang dipakai buat kebutuhan kita. Itu tuh juragan kita," tutur Bupati Serang Rt Tatu Chasanah saat memberikan pengarahan kepada pegawai di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang, belum lama ini.

Saat itu, Bupati baru saja melakukan inspeksi mendadak ke disdukcapil untuk melihat pelayanan secara langsung di sana."Cuma pola pikir yang kemaren-kemaren kan sempat salah kita selaku aparatur pemerintah. Kalau diri kita sudah memposisikan itu, kondisi apapun, sesulit apapun kita sudah siap (jadi pelayan). Ya emang saya mah masuk ke sini sudah siap jadi pelayan. Pelayannya lain, pakai seragam. Ibu (sebutan untuk Tatu kepada dirinya) gaya dihormatin, padahal pelayan sebenernya mah," katanya lagi.

Ungkapan Bupati tak hanya sekali ini disampaikan. Dalam beberapa kesempatan, ia terus memberikan motivasi kepada para pegawai di lingkungan Pemkab Serang untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

Dengan visi pelayan tersebut, tak heran jika kemudian pembangunan di Kabupaten Serang menggeliat sedemikian rupa. Padahal, Tatu baru menjabat tiga tahun sebagai Bupati Serang dengan wakilnya Pandji Tirtayasa.

Saat awal memimpin Kabupaten Serang, 17 Februari 2016, Tatu-Pandji dihadapkan pada banyak masalah pembangunan. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Serang sebanyak 1.484.502 jiwa, keduanya menghadapi berbagai persoalan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat yang harus diurai dan dicarikan solusi. Dengan segala keterbatasan, berbagai terobosan terus coba dilakukan.

Tahun ini, diproyeksikan sebanyak 1.025 siswa SD mendapatkan beasiswa khusus dengan nilai per siswa Rp500 ribu/semester. Total Anggaran  mencapai Rp1.025 miliar. Sementara untuk siswa miskin tingkat SMP, tahun ini diproyeksikan beasiswa untuk 1.720 orang, dengan nilai Rp500 ribu per orang/semester. Total anggaran mencapai Rp860 juta. Bukan hanya itu, bagi siswa berprestasi tingkat SMP dari keluarga miskin, juga diberikan beasiswa untuk 400 orang, Rp500  ribu per orang/semester. Total anggaran Rp200 juta.

Kemudian juga ada beasiswa pendidikan vokasi di Untirta untuk 25 mahasiswa dan di Universitas Indonesia untuk 7 mahasiswa. Program untuk memperkuat pendidikan gratis lainnya yaitu, beasiswa guru pendidikan anak usia dini (PAUD) total Rp1,62 miliar, insentif guru PAUD Rp5,04 miliar, serta fasilitasi pendidikan kesetaraan dan keaksaraan mulai dari Paket A hingga Paket C hingga Rp33 miliar lebih.

Berkat kerja keras dari seluruh pihak, berdasarkan data BPS bahwa angka rata- rata lama sekolah warga Kabupaten Serang pada tahun 2016  sebesar 6,98 tahun, meningkat sebesar 7,17 tahun pada tahun 2017.

Mulai tahun 2017,Tatu-Pandji juga menjamin kesehatan 5.304 kader posyandu dengan anggaran sekira Rp3 miliar untuk membayar premi JKN kader kepada Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan setiap tahun.

Tatu menggagas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan. Pada perda tersebut diamanatkan alokasi anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk mempercepat pembangunan jalan selama lima tahun ke depan atau dari 2017 hingga 2021. Per tahun, minimal 100 kilometer lebih jalan dibangun dengan beton.

Sepanjang 349,62 km pada tahun 2018, semua dalam kondisi beton atau mantap. Sementara total jalan dengan kondisi baik yang diantaranya dalam kondisi beton dan berhotmik atau beraspal, pada tahun 2018 mencapai 420,5 km. “Kami optimis pada tahun 2021 seluruh jalan kewenangan kabupaten serang dalam kondisi mantap atau beton,” ujar Tatu.

Tak hanya itu, Tatu juga terus menggalang kampanye dan upaya perbaikan rumah tidak layak huni. Di tahun 2018 ini, rumah tidak layak huni yang dibangun bisa mencapai 1.500 rumah. Antara lain 180 rumah menggunakan dana dari APBN, 350 rumah dari APBD Provinsi Banten, 800 rumah dari APBD Kabupaten Serang, serta sekitar 100 rumah dari dana Baznas. Belum kemudian dari sumber dana lainnya seperti corporate social responsibility yang terus digencarkan Bupati.

Sesuai fokus fokus utama pembangunan, peningkatan IPM Kabupaten Serang terus naik dengan baik. IPM Kabupaten Serang dari tahun 2016 sebesar 65,12  poin mengalami peningkatan pada tahun 2017 menjadi 65,60 poin. Dengan besaran sebesar 0,48 poin, peningkatan IPM ini terbesar ketiga setelah Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan. (tanjung/fikri)

 

 

 

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook