Mahasiswa Tolak Pertemuan IMF di Indonesia

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 09 Oktober 2018 - 14:35:04 WIB   |  dibaca: 106 kali
Mahasiswa Tolak Pertemuan IMF di Indonesia

TOLAK : Suasana aksi yang menolak pertemuan IMF dan World Bank yang berlangsung di depan kampus Untirta Serang, Senin (8/10).

SERANG- Puluhan mahasiswa dan pemuda yang mengatasnamakan gerakan rakyat menentang (GRM) menggelar unjuk rasa di depan kampus Universitas Negeri Sultan Agung Tirtayasa (Untirta), Senin (8/10). Aksi yang berlangsung mulai pukul 14.00-16.00 itu dalam rangka menolak pertemuan IMF (International Monetary Fund) dan World Bank yang rencananya akan diselenggarakan pada Senin-Minggu (8-14/10) di Nusa Dua Bali.


Unjuk rasa itu diwarnai dengan orasi dan tetrikal. Selama aksi, berlangsung terjadi kemacetan kendaraan sepanjang jalan depan kampus Untirta. Abda, pengunjuk rasa dalam orasinya menuding bahwa Presiden Jokowi adalah boneka yang hatinya sudah teracuni oleh asing yang berniat menggerus sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.


“IMF dan World Bank sebagai lembaga kapital keuangan dunia sedang melanjutkan rencana-rencana lanjutan untuk menyerang rakyat dunia. Tujuan serangannya adalah terlaksananya skema dan tercapainya tujuan penghisapan dan penindasan imperialism,” katanya.


Untuk itu, kedua lembaga tersebut mengonsolidasikan seluruh anggota agar dapat memastikan implementasi rencana jahat secara cepat melalui annual meeting 2018 (pertemuan tahunan) yang akan diselenggarakan di Bali. “Bagi rezim Jokowi, agenda annual meeting IMF dan World Bank dijadikan sebagai ajang kampanye untuk para investor global (asing) bahwa Indonesia ramah terhadap investasi,” sambungnya.


Orator lain, Ibnu mengatakan, di tengah-tengah bencana alam yang terjadi di Lombok dan Palu, pemerintahan Indonesia sanggup menghabiskan anggaran yang menyentuh angka Rp 1 triliun dari APBN dan BUMN untuk pertemuan tersebut.


“Sementara pemerintah Jokowi masih abai dengan tidak mengucurkannya anggaran untuk korban bencana yang sedang menimpa saudara-saudara kita di Palu. Rezim Jokowi ini sama saja menghianati sumpahnya sendiri yang selalu ingin dekat dengan rakyat kecil,” katanya.


Merta, dalam orasinya mengatakan dan bersikap tegas jika bangsa ini masih ada kaitan dan dominasi dengan IMF dan World Bank, rakyat Indonesia tidak akan pernah mendapatkan upah yang layak, kesehatan bagi rakyat kecil, pendidikan yang merata dan mudah diakses, tidak akan ada juga distribusi tanah bagi petani kecil serta kedaulatan pangan, kemandirian ekonomi dan berdaulat secara politik. “Bubarnya IMF dan World Bank menjadi jalan perjuangan rakyat dunia untuk terbebas dari dominasi imperialism,” katanya.
Setelah puas berorasi, mahasiswa akhirnya membubarkan diri. (basyar)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook