UIN Banten Dukung Koperasi Jelita

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 09 Oktober 2018 - 14:42:35 WIB   |  dibaca: 211 kali
UIN Banten Dukung Koperasi Jelita

SOSIALISASI : Tiga pembicara menyampaikan sosialisasi terkait pembentukan Koperasi Jelita yang digagas DP3AKKB Banten, kemarin.

SERANG – Universitas Islam Negeri (UIN) SMH Banten mendukung pembentukan Koperasi Jelita. Koperasi itu nantinya akan mendukung Sistem Informasi Jendela Wanita (Si Jelita) yang merupakan aplikasi berbasis e-commers, yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Banten untuk menciptakan keluarga mandiri.

Rektor UIN SMK Banten Fauzul Iman mengatakan, sebagai perguruan tinggi negeri Islam di Banten, tentunya sangat mendukung program pemberdayaan ekonomi kreatif yang akan dilakukan oleh ibu rumah tangga.“Dukungan tersebut akan disampaikan melalui nota kesepahaman antara DP3AKKB Banten dengan UIN SMH Banten,” kata Fauzul Iman, kemarin.

Ia mengatakan, system transaksi yang akan digunakan adalah menggunakan system syriah, yaitu bagi hasil dari keuntungan dalam transaksi yang akan terjadi dalam Program Sijelita. “Mudah-mudahan kerjasama ini bisa saling menguntungkan,” harapnya.

Di lokasi yang sama, Kepala DP3AKKB Banten, Siti Ma'ani Nina mengatakan, alasan dibentuknya koperasi tersebut lantaran, pada aplikasi Si Jelita yang dalam waktu dekat akan dilaunching terdapat transaksi penjualan antara pelaku industri denganpembeli, begitu juga antara penyedia bahan baku dengan pembeli."Kalau dari dinas kan nggak bisa kelola keuangan, makanya kita bentuk koperasi," kata Nina saat ditemui di Aula Gedung Terpadu, KP3B, Kota Serang.

Selain itu, lanjut Nina, koperasi yang akan dibentuk akan berbasis syariah. Ia juga mengaku dalam membentuk badan koperasi syariah mendapat pendampingan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sulatan Maulana Hasanudin Banten (SMHB)."Kita sudah ketemu dengan Prof Fauzul Iman (Rektor UIN SMH Banten) dan beliau sangat mendukung. Selain itu juga pencetus koperasi ini ada dari pemprov dan juga ibu-ibu pelaku usaha yang masuk dalam anggota Si Jelita. Bahkan Dinas Koperasi dan UMKM juga mendukung rencana ini," jelasnya.

Mengenai keanggotaan dari Si Jelita, mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Banten itu juga mengungkapkan, jika sudah terdapat 40 orang yang masuk dari kurang lebih 100 pelaku industri rumahan. "Insya Allah pada pertengahan Oktober ini kita akan launching Koperasi Jelita dibarengi dengan launching aplikasi Si Jelita. Semoga (aplikasi) bisa berjalan dengan baik, karena ada Bank Banten dan Jamkrida yang ikut sebagai penjamin," katanya.

Mengenai produk yang akan dijual, lanjut Nina, pihaknya akan memprioritaskan produk-produk industri anggota Si Jelita. Ia juga mengaku, jika hal itu merupakan bagian dari pemberdayaan dari OPD kepada para perempuan."Untuk barang-barang yang dijual diklasifikasi berdasarkan kategrori.

Jadi ada kategori pangan, aksesoris, fashion, jasa, penyedian bahan baku, dan sebagainya. Kalau sebelumnya petani kesulitan jual hasil pangan dengan ini bisa langsung ke pelaku usaha," ujarnya."Begitupun dengan para ibu-ibu yang sebelumnya berkeliling jajakan dagangan, Dengan Si Jelita, kita coba bantu dengan manfaatkan teknologi informasi kita faslitiasi di koperasi jelita. Koperasi syariah sistemnya bagi hasil, jadi segala sesuatu yang berkaitan dengan kemaslahatan dilaksanakan," sambungnya.

Sementara, salah seorang pelaku usaha bahan baku tepung dari Rumah Beneng, Kabupaten Pandeglang, Dudi Supriatna mengaku antusias dengan adanya aplikasi Si Jelita. Ia juga berharap dengan adanya aplikasi e commers ini bahan baku hasil infustri rumahan bisa dipasarkan secara baik."Kalau sebelum ini kan kita door to door (dari pintu ke pintu). Tapi dengan adanya Si Jelita, saya harap tepung yang diproduksi dapat dipromosikan dan juga dipasarkan secara online," kata Dudi. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook