Prestasi Meningkat, Puspemkab Masih Jadi PR

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 09 Oktober 2018 - 14:57:34 WIB   |  dibaca: 90 kali
Prestasi Meningkat, Puspemkab Masih Jadi PR

PERCEPAT PELAYANAN MASYARAKAT : Bupati Serang Rt Tatu Chasanah menyerahkan potongan tumpeng kepada Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam peringatan HUT ke-492 Kabupaten Serang di Pendopo Bupati Serang, Senin (8/10).

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang merayakan hari jadinya yang ke-492, kemarin. Sejumlah prestasi Pemkab Serang diungkap dalam rapat peripurna paripurna, seperti indeks pembangunan manusia (IPM) dan rata-rata lama sekolah serta angka harapan hidup yang mengalami peningkatan. Namun di lain itu, sampai saat ini Pemkab Serang belum mampu merealisasikan pembangunan pusat pemerintahan kabupaten (Pusmpemkab).


Untuk IPM Kabupaten Serang dari tahun 2016 sebesar 65,12 poin mengalami peningkatan pada tahun 2017 menjadi 65,60 poin atau mengalami peningkatan 0,48 persen, merupakan peningkatan IPM terbesar nomor tiga di Provinsi Banten. Kemudian untuk angka kemiskinan mengalami penurunan dari 20,75 persen pada 2015 menjadi 18,61 persen pada 2017. Sedangkan untuk pengangguran dari 14,82 persen pada 2015 menjadi 13,00 persen pada 2017.


“Pada peringatan hari jadi Kabupaten Serang yang ke-492 ini tentunya di tengah pencapaian-pencapaian dan keberhasilan yang kita peroleh terutama dalam kebutuhan dasar masyarakat, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Kita juga masih banyak PR yang harus dituntaskan seperti persoalan pengangguran dan kemiskinan yang masih tinggi,” kata Bupati Serang Rt Tatu Chasanah, Senin (8/10).


Dengan semangat kebersamaan dari berbagai pihak, Tatu optimis rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) terkait kesejahteraan masyarakat akan tercapai dengan baik. “Target kita ke depan terus meningkatkan IPM, walaupuan dari tingkat kenaikannya termasuk yang tinggi tapi secara keseluruhan kita masuh urutan ke enam se-Banten, karena jika IPM meningkat itu sudah mencerminkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.


Tekait dengan rehab rumah tidak layak huni (Rutilahu), Tatu mengakui jika ada anggaran dari untuk rutilahu dari pemerintah pusat yang tidak terserap karena terkendala petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang diberikan kementerian terkait. “Untuk pembangunan rutilahu dari APBD, dari provinsi, dan dari seumbangan ASN (aparatur sipil negara) terserap semua,” ungkapnya.


Berkaitan dengan pembangunan puspemkab, lanjutnya, pada tahun ini Pemkab Serang masih fokus untuk pembebasan lahan yang belum selesai. Namun demikian, pihaknya memastikan jika pada 2019 akan dimulai pembangunan fisik. “Mungkin tidak bisa menganggarkan besar-besaran karena kebutuhan masyarakat masih banyak sekali. Tapi pelan-pelan kita menyisihkan anggaran untuk puspemkab,” tuturnya.


Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menekankan kepada Pemkab Serang untuk terus bersinergis dengan Pemprov Banten dan pemerintah pusat pada setiap pengambilan kebijakan. “Ada beberapa proyek strategis nasional di Kabupaten Serang yang perlu kita sukseskan, perlu sinergitas agar pola pembangunan nasional bisa sukses di Provinsi Banten,” kata Andika.


Ia juga meminta Pemkab Serang agar terus dapat mempertahankan opini predikat wajar tanpa pengecualian (WTPB) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang sudah diraih tujuh kali berturut-turut. “Saya berharap Kabupaten Serang harus mempertahankan prestasi yang selama ini sudah dibuktikan, baik dari tata kelola keuangan daerah maupun tata kelola pemerintahnya,” paparnya.


Berkaitan dengan bantuan anggaran untuk pembangunan Puspemkab Serang dari Pemprov Banten, Andika mengatakan, akan menganggarkan pada 2019 mendatang. “Untuk Pusemkab nanti bisa bersinergi bersama, kan belum dilaporkan oleh ibu bupati, nanti setelah silaporkan hayu kita bersama-sama mengusulkan ke pemerintah pusat. Dari provinsi nanti bantuanya di 2019,” ungkapnya.


Sedangkan terkait dengan aset Pemprov Banten yang masih digunakan oleh Pemkab Serang, Andika menuturkan, Pemprov Banten memiliki tanggungjawab untuk membenahi aset karena terkait dengan penilaian BPK. “Kita bisa duduk bersama, mana yang masih diperlukan dan dipakai pemkab yang menjadi aset provinsi, mana yang tidak dipakai, harus dirawat dan dikelola dengan baik,” katanya.


Sementara itu, Bupati Serang periode 2005-2010 dan 2010-2015 Ahmad Taufik Nuriman menilai, pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Serang sudah bagus, namun ia meminta agar kegiatan keagamaan di Kabupaten Serang lebih ditingkatkan lagi. (tanjung)  

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook