Penyebar Hoaks Diminta Jadi Duta Anti Hoaks

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 10 Oktober 2018 - 11:10:34 WIB   |  dibaca: 34 kali
Penyebar Hoaks Diminta Jadi Duta Anti Hoaks

JUMPA PERS : Warga Ciwandan Tb Muhammad Sodikin (kanan) saat menyatakan bersedia menjadi duta anti hoaks, kemarin.

Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Cilegon meminta salah satu penyebar berita hoaks tentang Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri untuk menjadi duta anti hoaks dan mengkampanyekan perang terhadap hoaks. Hal tersebut dilakukan, agar para penyebar hoaks bisa menjadi jera dan memahami betapa bahayanya penyebaran hoaks yang dilakukan, khususnya di media sosial (Medsos).


Sebelumnya, BMI Kota Cilegon melaporkan dugaan hoaks yang dilakukan oleh warga Kecamatan Ciwandan Tubagus (Tb) Muhammad Sodikin kepada Kepolisian Daerah (Polda) Banten. BMI mensyaratkan akan menghentikan laporan jika M Sodikin bersedia menjadi duta anti hoaks yang digagas oleh BMI dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Cilegon.


"Amanat dari DPC PDI Perjuangan segala bentuk apapun berkaitan dengan ranah hukum partai dikonsolidasikan dan dicarikan solusi yang terbaik. Ini kerja partai yang konkrit dengan menjadikan Sodikin sebagai duta anti hoaks PDI Perjuangan," kata Ketua BMI Kota Cilegon Supriyadi saat melakukan mediasi di Restoran Bintang Laguna, Selasa (9/10).


Supriyadi menjelaskan, banyak sekali berita hoaks yang beredar di Kota Cilegon dan pelakunya tidak sadar dan paham apa yang disbarkan tersebut. Untuk itu, dengan menjadikan duta hoaks menjadi terapi bagi penyebar untuk memperbaiki apa yang sudah dilakukan. "Secara kelembagaan kami sudah memaafkan apa yang dilakukan oleh Sodikin. Ini bisa menjadi solusi dan terapi bagi penyebar hoaks yang kebanyakan tidak mengetahui dan menjadi korban hoaks," jelasnya.


Sementara itu, Terduga Pelaku hoaks Tb Muhammad Sodikin mengungkapkan, postingan yang dilakukan tentang PDI Perjuangan tersebut dilakukan bukan karena faktor kesengajaan. Hal tersebut karena ketidak tahuan dan pemahaman terkait pemberitaan yang pernah di postingnya di akun facebook.

Untuk itu, Ia meminta maaf dan bersedia untuk menjadi duta anti hoaks untuk bisa memperbaiki kesalahannya. "Saya tidak tahu dan memang tidak sengaja meng-upload berita itu. Atas kesalahan saya tersebut saya meminta permohonan maaf keada seluruh pengurus dan kader. Saya juga bersedia untuk bersama dengan BMI melakukan perang terhadap hoaks," ungkapnya.


Direskrimsus II Kompol Pardono mengatakan, kasus yang dialami oleh Sodikin sudah ditangani oleh Polda Banten semenjak Agustus. Sebelumnya juga sudah ada dua kali mediasi. Namun, pada pertemuan sekarang adalah yang terakhir dimana kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah.

"Begitu ada laporan ada permintaan dari terlapor untuk bisa diselesaikan secara bersama-sama. Hal ini kami sampaikan kepada pelapor dan keduanya bersepakan sekarang untuk menyelesaikan secara bijaksana. Kami meminta agar ini menjadi pelajaran bagi masyarakat juga untuk bijak menggunakan Medsos," katanya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook