Protes Banyak Aturan Porprov Dilanggar

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Rabu, 10 Oktober 2018 - 11:56:36 WIB   |  dibaca: 49 kali
Protes Banyak Aturan Porprov Dilanggar

PAPARAN : Ketua KONI Kota Serang Deni Arisandi mendatangi KONI Banten untuk paparan Porprov Banten, kemarin.

SERANG – Banyaknya peraturan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018 yang tidak sesuai dengan pedoman Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Banten, membuat Kota Serang melayangkan protes ke KONI Banten selaku Steering Committee (SC).

Pantauan Banten Raya, pengurus KONI Kota Serang menyambangi kantor KONI Banten yang terletak di Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa (9/10) siang sekitar pukul 14.00 WIB.


Rombongan KONI Kota Serang dipandu langsung oleh Ketua Umum Deni Arisandi, Wakil Ketua III Zeka Bachdi, Ketua Bidang Hukum Gusti Mahendra, Wakil Ketua Bidang Humas Arif Hamdi, dan para anggota lainnya.


Pada kesempatan ini, Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo didampingi Wakil Ketua Engkos Kosasih, Sekretaris Umum Taryono, Ketua Bidang Hukum Koswara Purwasasmita, Ketua Bidang Humas Yosa Sayata, dan para anggota lainnya.


Deni mengatakan, kesepakatan yang dilanggar oleh tuan rumah yakni Kabupaten Tangerang selaku Organizing Committee (OC) adalah buku pedoman, teknikal handbook (THB), proses pendaftaran atlet dari entry by sport, entry by number, dan entry by name. “Ini tidak sesuai dengan hasil RAT. Waktunya banyak yang molor. Ada apa ini dengan tuan rumah,” keluh Deni, kepada awak media.


Selain itu, lanjut dia, khusus untuk keabsahan atlet akan dkembalikan ke masing-masing pengurus provinsi (pengprov) olahraga. “Ini kan lucu. Di mana-mana yang saya tahu, keabsahan itu harus orang yang independent. Kami kan pernah jadi tuan rumah Porprov IV. Jadi, kami paham betul tahapannya seperti apa,” ungkap dia.


Karena itu, Deni berharap Porprov V Banten jadi ajang multi event yang berprestasi. Apalagi, KONI Banten dibebani target menduduki peringkat sepuluh besar besar saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua. “Kalau seperti ini, bagaimana mau berprestasi. Saya harap jangan ada yang dilanggar lagi terutama soal keabsahan. Kami minta SC menyampaikan kegelisahan ini kepada tuan rumah,” pintanya.


Bila keluhannya tersebut diabaikan atau masih banyak yang dilanggar, masih kata dia, pihaknya berjanji akan terus mencari keadilan. “Bila berperlu kita adukan sampai ke Badan Arbitrase Olahraga Repbulik Indonesia (Baori),” tegas Deni.


Menanggapi keluhan Kota Serang, Ketua Umum KONI Banten, Rumiah Kartoredjo, mengaku pihaknya pun merasakan hal serupa selaku SC. “Saya berjanji, hal ini akan disampaikan kepada tuan rumah. Kita masih punya dua kali pertemuan dengan tuan rumah.

Akan kita bahas terutama soal keabsahan. Saya tidak ingin dikembalikan kepada pengprov, harus independent. Saya juga sudah usulkan, kan bisa mengambil guru-guru olahraga yang ada di sana,” ujar Rumiah.


Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin banyak atlet tidak jelas bertebaran di porprov nanti. “Ingat, ini porprov prestasi bukan prestise. Utamakan atlet lokal. Bila dari luar, ikuti mekanismenya yang ada. Seperti mutasi dan lain-lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas dia.


Masih di KONI, Ketua SC Porprov V Banten, Engkos Kosasih, juga sudah meminta kepada OC agar mengundang perwakilan kabupaten kota se Banten untuk melakukan pemaparan dan kesiapan mereka jadi tuan rumah. “Terus terang, kami saja bingung. Padahal, dulunya menilai Kabupaten Tangerang itu bisa memiliki kesiapan yang lebih baik dari pada porprov sebelumnya. Tapi nyatanya seperti ini. Kami akui soal venue sih memang oke,” tutur Engkos. (harir)    

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook