KPPS Potensial Bikin Kesalahan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 10 Oktober 2018 - 12:03:00 WIB   |  dibaca: 88 kali
KPPS Potensial Bikin Kesalahan

KURSUS : Suasana kursus kepemilihan yang digelar KPU Kota Serang sama dengan Ikatan Cendekia Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Serang, Selasa (9/10).

SERANG- Banyaknya jumlah surat suara dan banyaknya jumlah caleg pada surat suara berpotensi besar membuat anggota KPPS membuat kesalahan saat membuat berita acara pemilihan. Karena itu anggota KPPS diminta lebih cermat dalam menjalankan tugas mereka saat hari pencoblosan.

Ketua KPU Kota Serang Heri Wahidin mengatakan bahwa dari sisi efisiensi anggaran pemilu serentak 2019 memang lebih efisien karena menggelar beberapa pemilihan dalam satu waktu. Meski demikian dari sisi kinerja, beban yang dipikul anggota KPPS sangat berat. Karena itu sangat mungkin mereka melakukan kekeliruan dalam membuat berita acara.


“Karena beban kerja KPPS berat, besar potensinya melakukan kekeliruan saat membuat berita acara besar,” kata Heri saat kursus kepemilihan yang digelar KPU Kota Serang bekerja sama dengan Ikatan Cendekia Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Serang, Selasa (9/10).

Ia menjelaskan ada 5 surat suara yang diserahkan ke pemilih saat pemilu serentak 2019 nanti. Kelimanya adalah surat suara untuk pemilihan presiden, DPR RI dapil Banten, anggota DPD, DPRD Banten, dan DPRD Kota Serang.

Untuk caleg DPRD Kota Serang ada 617 caleg dan semua nama mereka akan tercetak pada surat suara, sehingga ukuran surat suara bisa seperti ukuran koran. Selain akan memakan waktu lama, bagi pemilih karena harus mencari nama para caleg, hal ini juga akan membuat waktu mencoblos bisa lebih lama dibandingkan saat Pilkada Kota Serang belum lama ini.“Satu pemilih minimal butuh lima menit buat memilih,” katanya.

Untuk memastikan anggota KPPS bekerja dengan baik, dan untuk meminimalisasi kesalahan maka KPU Kota Serang akan menggelar bimbingan teknis. Selain itu ia juga berharap anggota KPPS dapat melakukan kursus secara khusus dengan PPS atau PPK untuk menghindari kesalahan saat melakukan tugas mereka.
 
Komisioner KPU Kota Serang Moh Hopip mengatakan bahwa saat ini adalah masa kampanye bagi para calon. Kampanye sudah dimulai sejak 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Banyak teknik kampanye yang bisa dilakukan oleh para calon mulai dari tatap muka, pertemuan terbatas, rapat umum, dan kampanye di media massa.


Selain itu para calon juga boleh memasang alat peraga kampanye (APK) kecuali di lokasi dan ruas jalan yang dilarang. KPU Kota Serang sendiri memfasilitasi pembuatan APK berupa 10 buah baliho dan 16 spanduk per partai politik untuk 15 parpol. Parpol juga bisa membuat APK sendiri dengan ketentuan 5 baliho dan 10 spanduk per kelurahan.“Setelah saya hitung-hitung ada lebih dari 4.000-an APK se-Kota Serang kalau dipasang semua,” katanya.

Selain kampanye dan pemasangan APK, calon juga bisa menyebarkan bahan kampanye, salah satunya stiker. Namun ia mengingatkan bahan kampanye itu harus disebar bukan ditempel di lokasi-lokasi tertentu.


Ketua ICMI Kota Serang Agus Munandar mengatakan bahwa pemilu adalah instrumen untuk memilih orang-orang yang kemudian akan menduduki jabatan politik. Dalam pelaksanaannya ada upaya-upaya yang dilakukan oleh para calon yang nyaris melanggar atau bahkan melanggar aturan karena ingin dipilih masyarakat.

Untuk itu ICMI merasa perlu melakukan sesuatu, salah satunya memberikan pendidikan politik kepada warga.“Ke depan ICMI akan mendiskusikan apa yang bisa dilakukan untuk membantu penyelenggara pemilu dalam menyukseskan pemilu,” ujarnya.

Agus mengaku miris dengan kondisi Kota Serang. Sebab, masih ada warga yang hanya akan datang ke tempat pemungutan suara bila ada yang memberikan uang. Padahal, praktik ini melanggar aturan dan bisa kena pidana. Untuk itulah pendidikan politik dibutuhkan untuk menyasar pemilih-pemilih semacam ini agar tidak golput. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook