Diskoperindag Gagas Pasar Gembira

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 10 Oktober 2018 - 12:43:51 WIB   |  dibaca: 147 kali
Diskoperindag Gagas Pasar Gembira

CARI TEROBOSAN : Pegawai Diskoperindag Kabupaten Serang mengikuti Sosialisasi Rencana pembuatan Pasar Gembira, Selasa (9/10).

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) menggagas pasar gembira yang menyenangkan baik baik para pedagang maupun para pembeli. Salah satu indikator dari pasar gembira tersebut yaitu terjadinya tertib ukur sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.


Kasubag Tata Usaha (TU) unit pelaksana teknis (UPT) Metrologi Diskoperindag Kabupaten Serang Syarifah Fala Ramadian mengatakan, para gembira sangat diperlukan agar penjual dan pembeli merasakan kenyamanan bersama. “Jadi latar belakang digagasnya pasar gembira ini adalah tugas inovasi proyek perubahan diklat pim IV di lingkungan Provinsi Banten,” kata Fala, di aula Diskoperindag Kabupaten Serang, Selasa (9/10).


Ia menjelaskan, pasar gembira bisa terjadi apabila pedagang menjual dagangannya dengan penuh kesadaran dan kejujuran, dengan tidak mengurangi ukuran dan takaran, sehingga pembeli merasa puas dan merasa aman ketika berbelanja di pasar. “Proyek perubahan ini dibuat untuk merubah mindset atau pola pikir dan culture serta pola kebiasaan masyarakat saat melakukan jual beli,” tuturnya.


Agar inovasi tersebut dapat diterapkan, maka perlu adanya kesepakatan antara pedagang dengan  pemerintah untuk membuat kriteria pasar gembira yang dilakukan secara bersama-sama. “Harus ada diskusi dua arah antara pedagang dan Pemda. Terlaksananya pembinaan dan penyuluhan bagi pedagang dan pengawas kemetrologian, tersedianya pos takar ulang dipasar gembira agar terjamin keakuratan penimbangan,” paparnya.


Sementara itu, Sekretaris Diskoperindag Kabupaten Serang Dedi Arief Rohidi mengatakan, pasar gembira bisa terwujud manakala ada sinergi antara pemda dengan pedagang dan tidak ada kebohongan. “Ini konsep yang sangat luar biasa dan menjadi keinginan kita semua. Di pasar gembira tidak ada premanisme, jadi semua orang bisa senang,” ujar Dedi. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook