Warga Tolak Kandang Ayam

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 10 Oktober 2018 - 12:45:58 WIB   |  dibaca: 555 kali
Warga Tolak Kandang Ayam

PENOLAKAN : Puluhan warga Kecamatan Cinangka membentangkan spanduk penolakaan rencana pembangunan peternakan kandang ayam, Selasa (9/10).

SERANG – Sebanyak 170 orang warga Desa Bantarwaru dan Desa Kubang Baros, Kecamatan Cinangka menggelar aksi penolakan terhadap rencana pembangunan peternakan kandang ayam milik PT Cibadak Indah Sari Farm, di wilayah mereka. Aksi yang dilakukan warga yaitu memasang spanduk penolakan di jalan akses masuk ke lokasi peternakan yang saat ini sedang tahap pematangan lahan.


Sahroni, korlap aksi mengatakan, rencana lokasi pembangunan kandang ayam seluar 15 hektar tersebut berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat dan lembaga pendidikan. “Lokasinya dengan pemukiman warga dan lembaga pendidikan tahfidz Quran, Mathla'ul Anwar serta Nurul Fikri sekitar satu kilometer. Makanya kami menolak,” kata Sahroni, Selasa (9/10).


Ia menjelaskan, pematangan lahan sudah berlangsung satu bulan yang lalu, namun rencana pembangunan tersebut belum mengantongi ijin apapun. “Dari dinas lingkungan hidup (DLH) kabupaten dan provinsi sudah datang ke sini dan bilang belum ada ijin apa-apa. Kami menolak karena dampak yang akan ditimbulkan pasti merugikan masyarakat kami,” ujarnya.


Pihaknya mengetahui bahwa lahan tersbeut akan digunakan untuk peternakan ayam setelah pihak perusahaan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat Desa Cinangka. “Ini kan aneh yang terdampak warga Desa Bantarwaru dan Desa Kubang Baros tapi sosialisasinya ke Desa Cinangka. Kami akan terus melakukan penolakan sebelum rencana pembangunan kandang ayam dihentikan,” tuturnya.


Sahroni mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Cinangka dan Polsek Cinangka terkait penolakan tersebut, namun pihak kecamatan seperti tutup mata. “Kita sudah sampaikan ke pihak kecamatan tapi seperti nutup mata. Makanya kalau pembangunan ini tetap dilanjutkan warga sepakat akan menggelar aksi ke kecamatan. Kami yakin peternakan ini dampak negatifnya lebih besar,” katanya.


Camat Cinangka Deni Firdaus membenarkan terkait rencana pembangunan peternakan kandang ayam tersebut. “Iya benar itu buat peternakan ayam, pembebasan lahannya sejak sebelum saya jadi camat di sini. Kalau saya mah ikut keinginan warga, tapi perusahaan  harus diberi kesempatan untuk melakukan sosialisasi dulu, karena tata ruang di sana buat peternakan,” ujar Deni.


Ia mengungkapkan, sampai saat ini pihak perusahaan belum melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, sehingga pihaknya belum mengetahui secara detil rencana pembangunan tersebut. “Kalau informasinya mah 15 hektar itu bukan hanya buat kandang saja, tapi juga buat jalan dan pembangunan mess. Kalau buat kandang mah cuman sekitar 3 hektar. Kalau ijin memang belum ada,” tuturnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook