Satu Kursi Komisaris Bank Banten Dikosongkan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 10 Oktober 2018 - 12:55:06 WIB   |  dibaca: 102 kali
Satu Kursi Komisaris Bank Banten Dikosongkan

TUNGGU SEKDA DEFINITIF : Jajaran komisaris dan direksi Bank Banten memberi paparan hasil RUPSLB kepada awak media di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Selasa (9/10).

SERANG – Pemprov Banten selaku pemegang saham mayoritas mengosongkan sementara jabatan komisaris perseroan di PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk (Bank Banten) yang ditinggalkan Ranta Soeharta. Penunjukan jabatan akan kembali dilakukan setelah Pemprov memiliki sekda secara definitif.Hal tersebut terungkap dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dan public expose di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Selasa (9/10).

Seperti diketahui, pengangkatan Ranta sebagai komisaris perseroan Bank Banten terjadi saat yang bersangkutan menjabat sebagai Sekda Banten. Dikutip dari dari website resmi Bank Banten, Ranta diangkat sebagai komisaris Bank Banten berdasarkan RUPSLB pada 31 Oktober 2016. Ia mulai efektif menjabat setelah mendapat persetujuan fit and proper test dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Namun, pada pertengahan 2018, Ranta mengajukan pengunduran diri sebagai aparatur sipil negara (ASN) sekaligus dari jabatan komisaris. Langkah itu diambil karena yang bersangkutan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Banten II meliputi Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon dari Partai Nasdem.


Komisaris Independen Bank Banten Media Warman mengatakan, pengunduran diri Ranta sebagai komisaris telah diterima pada 9 Agustus dengan alasan menjadi caleg. Berkaitan hal itu, pihaknya telah menggelar RPUSLB dan hasilnya menyetujui pengunduran dirinya.


“Dalam aturan OJK, dalam aturan perbankan dan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (ADART) kami di Bank Banten harus di-follow up paling lambat 90 hari setelah surat diterima di dalam RUPSLB. Dalam aturan undang-undang tentang pemilu juga tidak mengizinkan yang bersangkutan menjadi komisaris di BUMD. Dalam RUPSLB sudah disampaikan persoalannya dan pemegang saham menyetujui pengunduran diri Pak Ranta,” ujarnya.


Mantan anggota DPRD Provinsi Banten itu menuturkan, di kesempatan yang sama pihaknya langsung menanyakan tindak lanjut dari pemberhentian Ranta. Ternyata pemegang saham mengambil keputusan untuk sementara mengosongkan jabatan komisaris perseroan yang ditinggalkan Ranta.


“Dengan pengunduran diri Pak Ranta kami juga menanyakan komisaris selanjutnya seperti apa? RUPSLB menyepakati bahwa untuk sementara waktu belum diisi. Kenapa belum diisi? Bertanyanya bukan pada kami (jajaran direksi dan komisaris-red), itu kebijakan pemegang saham mayoritas,” katanya.


Dengan demikian, saat ini komposisi jajaran komisaris di Bank Banten dijabat oleh empat orang termasuk dirinya. Adapun tiga komisaris lainnya terdiri atas Agus Ruswendi (komisaris utama), Titi Khoiriah (komisaris independen) dan Agus Erhan (komisaris independen).


“Jajaran komisaris sebenarnya yang disetujui OJK hanya tiga orang. Tetapi karena dari yang tiga ini belum ada yang dinyatakan lulus fit and proper test, sehingga salah satu komisaris yaitu Pak Agus Erhan dipertahankan sampai salah satu komisaris ada yang dinyatakan lulus. Apabila salah satu dinyatakan lulus, Pak Agus Erhan secara otomatis diberhentikan sebagai komisaris,” ungkapnya.  


Lebih lanjut dipaparkan Media Warman, selain adanya perubahan komposisi komisaris, hal yang sama juga terjadi untuk jajaran direksi. Berdasarkan hasil RUPSLB, disepakati dihilangkannya jabatan wakil direktur utama (wadirut) yang dijabat oleh Oliver Richard W Mambu. Penghilangan jabatan wadirut dilakukan berdasarkan arahan OJK dan disetujui oleh pemegang saham.


“OJK menyarankan dan meminta kepada kami agar posisi wadirut itu dihilangkan. Menurut OJK yang punya pertimbangan tersendiri, termasuk efisiensi jabatan itu belum diperlukan untuk Bank Banten. Ini juga disampaikan ke pemegang saham, usulnya seperti itu dan OJK menegaskan, pemegang saham menyetujui,” tuturnya.


Di samping mengeliminasi jabatan wadirut, pemegang saham tetap mempertahankan komposisi tiga direktur lainnya. Sehingga kini jajaran direksi dijabat empat orang yang terdiri atas Fahmi Bagus Mahesa (direktur utama), Jaja Jarkasih (direktur), Bambang Mulyo Atmojo (direktur) dan Kemal Idris (direktur).“Ini kewenangan dari pemegang saham. Kami hanya menyampaikan kepada pemegang saham apa-apa yang seharusnya dilakukan dalam rangka menegakan aturan, sesuai aturan yang ada,” tegasnya.  


Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan, apa-apa yang diputuskan dalam RUPSLB didasari dari aturan yang berlaku. “Selain mengesahkan jajaran pengurus perseroan, RUPSLB juga melaksanakan public expose yang bertujuan untuk memaparkan kinerja Bank Banten secara berkala,” ujarnya.


Ia mengungkapkan, adapun yang menjadi fokusnya pada 2019 mendatang adalah rencana penguatan permodalan. Selain pengajuan penganggaran kepada Pemprov Banten, Bank Banten juga merencanakan untuk melakukan right issue atau hak memesan efek terlebih dahulu.“Untuk mengembangkan strategi bisnis dan dalam rangka meningkatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah pemerintah atau institusi.

Perseroan akan mengembangkan integrated payment system seperti yang telah direalisasikan pada 2017. Itu meliputi e-Samsat Provinsi Banten, e-Samsat nasional, modul penerimaan negara generasi 2, sistem perbendaharaan dan anggaran negara, kerja sama PT Taspen dan lain-lain,” tuturnya.


Terpisah, Tenaga Ahli Gubernur Banten Bidang Media dan Public Relation Ikhsan Ahmad mengatakan, dikosongkannya jabatan komisaris perseroan pengganti Ranta dikarenakan Pemprov Banten selaku pemegang saham mayoritas belum memiliki sekda definitif.“Belum ada karena baru akan lelang jabatan (sekda). Pengganti Ranta ya harus dari pejabat ASN eselon II yang sedang menduduki jabatan.

Kedua jawaban tersebut bukan dari Pak Gubernur tapi dari Tenaga Ahli Gubernur Banten Bidang Hukum (Suhendar-red),” pungkasnya melalui aplikasi whatsapp messenger, kemarin.Seperti diketajui juga, saat ini posisi Sekda Banten masih dijabat oleh seorang Penjabat (Pj) yang diisi oleh Asisten Daerah (Asda) II Pemprov Banten Ino S Rawita. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook