Industri Tak Bisa Diandalkan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 11 Oktober 2018 - 11:19:51 WIB   |  dibaca: 82 kali
Industri Tak Bisa Diandalkan

INDUSTRI : Suasana pintu masuk kawasan Industri di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, kemarin. Terdapat banyak belasan Industri di Grogol ini, tapi warga banyak penangguran.

CILEGON - Kalangan industri ternyata semakin sulit untuk memberikan kesempatan pekerjaan kepada warga, sehingga tidak bisa diandalkan akan menjadi solusi
peningkatan ekonomi masyarakat. Setiap tahunnya, warga sekitar hanya mendapatkan jatah untuk bekerja overhaul harian dari Industri. Sekalipun ada ratusan warga yang bisa bekerja, namun hanya kontrak 3 sampai satu pekan saja.


"Setiap tahun lulusan di Kelurahan Gerem bertambah dan akhirnya semakin banyak pengangguran. Sementara jatah yang didapatkan pertahun hanya berupa overhaul harian saja," kata Lurah Gerem, Kecamatan Grogol Samlawi kepada Banten Raya, Rabu (10/10).


Atas dasar minimnya kesempatan yang diberikan tersebut, Samlawi meminta agar pemuda merubah maindset dari ingin bekerja di indutri menjadi enterpreneur atau berwirausaha. Pasalnya, peluang untuk bekerja di Industri tidak lagi bisa diandalkan.

Industri cenderung menutup diri soal lapangan pekerjaan dan tidak ada perekrutan tenga kerja. "Yah memang tidak ada pekerjaan atau lowongan kerja lagi yang disediakan oleh industri. Harus merubah pemikiran untuk berwirausaha," ucapnya.

Samlawi menjelaskan, termasuk Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan oleh industri juga berbasis pengembangan skill untuk kewirausahaan. Hal tersebut sebenarnya menjadi peluang yang bisa dikembangkan, Pemuda jangan hanya berpangku tangan menunggu peluang kerja yang disediakan oleh industri. "CSR selelu rutin diberikan dan dikerjasamakan. Namun, sifatnya juga untuk membangun kemampuan usaha. Peluang ini yang harus ditangkap oleh pemuda," jelasnya.


Sementara itu, Ketua Karateker Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Grogol Muhammad Al Aufar menerangkan, adanya industri besar yang ada di Kelurahan Gerem atau Kecamatan Grogol tidak sebanding dengan banyaknya pengangguran. Seharusnya industri punya kewajiban untuk memperioritaskan warga lokal masuk dan bekerja.

Namun, pada kenyataanya untuk office boy saja harus dari wilayah luar Kota Cilegon. "Memang miris melihat kenyataan dimana industri banyak namun pengguran juga banyak. Di Kelurahan gerem kurang lebih ada 16 indutri bersekala internasional. Namun, hampir 50 persen dari kurang lebih 13 ribu angkatan kerja menganggur," terangnya.

Ovar menegaskan, pembinaan yang dilakukan juga bukan solusi terbaik jika pada sisi kebijakan tidak diarahkan oleh pemerintah, baik pemerintah kelurahan maupun pemerintah daerah. "Contohnya, jika warga diajari menjahit atau beternak lele harusnya juga dibuka pasarnya dan didampingi langsung. Punya kemampuan saja tidak cukup. Harus ada kebijakan yang diatur, sehingga dari sisi pemasaran dan pembuatan produk juga dijaga persainganya oleh pemerintah," tegasnya. (uri)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook