2020, Bank Banten Diproyeksikan Mulai Untung

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Kamis, 11 Oktober 2018 - 12:08:45 WIB   |  dibaca: 142 kali
2020, Bank Banten Diproyeksikan Mulai Untung

KOMPAK : Jajaran direksi dan Komisaris Bank Banten berfoto bersama usai menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di salah satu hotel di Kota Serang, Selasa (9/10) lalu.

SERANG - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) diproyeksikan mulai akan meraih keuntungan pada tahun 2020 sejalan dengan tren pertumbuhan bisnis perseroan yang terus membaik.


Hal ini terungkap saat Bank Banten menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) disalah satu hotel di Kota Serang, Selasa (9/10) kemarin."Kalau tahun 2019 itu penyertaan penambahan modal sebesar Rp325 miliar masuk, tahun depan itu kita sudah bisa untung,” ungkap Komisaris Independen Bank Banten Media Warman kepada wartawan usai paparan public expose.


Media Warman bilang, perseroan juga telah mendapat penguatan penyertaan modal dari Pemprov Banten selaku pemegang saham senilai Rp175 Miliar dari perubahan APBD 2018. Selain itu, pada tahun 2019 mendatang, perseroan juga akan mengajukan penyertaan penambahan kembali senilai Rp160 miliar dari Pemprov Banten.“Apalagi kalau divestasi atau pengalihan saham dari bank bjb itu masuk pada semester kedua tahun 2019.

Yang kita perkirakan pada semester kedua, divestasi masuk kita langsung right issue. Maka tahun 2019 atau 2020 kita sudah bisa mendatangkan keuntungan," kata peraih gelar Sarjana Hukum di Universitas Andalas Padang Tahun 1990 ini.


Kendati pada tahun 2020 diproyeksi untung, Media menuturkan, perseroan masih punya pekerjaan cukup menantang untuk menekan angka kerugian saat proses peralihan dari Bank Pundi menjadi Bank Banten."Persoalannya adalah, karena kita ini punya warisan rugi yang kita dapatkan saat pengambil alihan dari Bank Pundi menjadi Bank Banten, maka kerugiannya itu harus hilang dahalu, baru deviden bisa dibagi. Sebab, keuntungan itu tidak bisa dibagikan kalau rugi kita belum bisa ditutup," katanya.


Media menyebutkan, saat pengambil alihan dari Bank Pundi menjadi Bank Banten, perseroan harus menanggung kerugian sebesar Rp750 miliar.“Kemudian pada saat penyehatan dan menjadikan Bank Banten kan ada langkah-langkah yang ditempuh oleh direksi lama. Ada biaya penutupan cabang, biaya konsolidasi dan lain sebagainya yang jumlahnya luar biasa (besar). Sehingga didalam tahun berjalan itu kita rugi Rp1,2 triliun lebih.

Tentu ini harus dihilangkan dahulu. Baru kita bisa membagikan saham. Tapi secara operasional, kita akan untung, InsyAllah tahun depan kita akan untung. Dan kalau tidak untung direksi dan pengawas harus bertanggungjawab  atau dipecat,” katanya.


Sementara itu, Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengungkapkan, kinerja keungan Bank Banten pada semester I tahun 2018 menunjukan pertumbuhan, walaupun dengan adanya keterbatasan permodalan.

Total aset meningkat sebesar 10,66 persen secara year on year dari Rp7,36 triliun pada Juni 2017 (audited) menjadi sebesar Rp8,15 triliun pada Juni 2018 (audited). Peningkatan ini diperoleh dari peningkatan realisasi penyaluran kredit.


Kemudian, pertumbuhan kredit yang diberikan meningkat sebesar 41,05 persen secara year on year, dari Rp4,01 triliun pada Juni 2017 (audited) menjadi Rp5,65 triliun pada Juni 2018 (audited). “Peningkatan ini utamanya dihasilikan dari kredit konsumer yaitu kredit dengan risiko rendah. “Peningkatan dana pihak ketiga meningkat sebesar 4,61 persen secara year on year dari Rp 5,97 triliun pada Juni 2017 (audited) menjadi sebesar Rp 6,24 Triliun pada Juni 2018 (audited),” ujar Fahmi.


Sedangkan rugi bersih pada Juni 2018 (audited) sebesar Rp63,8 Miliar. Fahmi mengaku penekanan strategi perseroan pada  2019 dalam rencana penguatan permodalan dan pengajuan penganggaran kepada Pemerintah Provinsi Banten sebagai pemegang saham pengendali terakhir (Ultimate Shareholder).“Perseroan juga merencanakan untuk melaksanakan right issue,” katanya.


Pihaknya melanjutkan, untuk mengembangkan strategi bisnis dan dalam rangka meningkatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah pemerintahan/institusi, perseroan akan mengembangkan integrated payment system, seperti yang telah direalisasikan pada tahun 2017. Meliputi e-Samsat Provinsi Banten, e-Samsat Nasional, Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN-G2), Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), Kerjasama PT Taspen (Persero) sebagai Mitra Layanan Taspen, SP2D Online dan lain-lain.


“Selain itu, pengembangan jaringan kantor akan terus dilakukan. Saat ini telah beroperasi 26 Kantor Cabang (KC) yang 7 diantaranya berlokasi di Banten,10 Kantor Cabang Pembantu (KCP) termasuk 7 KCP di Banten, 4 Kantor Kas di Banten, 11 Payment Point di Banten, 5 Smart Van atau mobil kas keliling yang beroperasi di Banten, dan 117 unit ATM yang berada di Banten dari total 142 unit ATM se Indonesia,” pungkasnya. (ismet)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook