Minta Pengprov Akomodir Usulan Revisi THB

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Kamis, 11 Oktober 2018 - 12:50:24 WIB   |  dibaca: 81 kali
Minta Pengprov Akomodir Usulan Revisi THB

RAPAT : Pengurus renang menunjukkan hasil revisi THB saat menggelar rapat di Kota Serang kemarin.

SERANG – Lima Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) kabupaten kota di Banten meminta kepada Pengurus Provinsi (Pengprov) PRSI Banten untuk mengakomodir usulan revisi technical hand book (THB) atau buku pedoman Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018. 

Hal ini terungkap saat lima pengcab tersebut menggelar pertemuan di Rumah Makan Nasi Timbel Alam Sari, Kemang, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (10/10) siang sekitar pukul 14.00 WIB.


Sekadar diketahui lima Pengcab PRSI yang hadir pada pertemuan itu yakni, Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).


Ketua Harian Pengcab PRSI Kota Serang, Sudaryo, mengaku pihaknya keberatan lantaran Pengprov PRSI Banten kembali menetapkan peraturan pertandingan sesuai dengan THB. Pasalnya sebelumnya ada beberapa poin di dalam THB telah direvisi melalui pertemuan yang telah disepakati bersama oleh delapan Pengcab PRSI yang dihadiri oleh 22 peserta rapat yang dihelat di Rumah Makan S Rizki, Ciceri, Kota Serang, Jumat 16 September 2018.


“Di dalam revisi THB telah disepakati jadwal pelaksanaan perlombaan dimulai jam 08.30 sampai selesai. Artinya setiap satu nomor perlombaan dilangsung digelar final. Karena kalau finalnya dilaksanakan sore kami keberatan karena jarak hotel setiap kontingen berjauhan. Belum jalannya macet. Dikhawatirkan atlet kelelahan kalau harus balik lagi ke hotel,” kata Sudaryo, kepada Banten Raya, usai rapat.


Hampir senada dikatakan Ketua Umum Pengcab PRSI Kabupaten Serang, Asyono. Dirinya mengaku keberatan jika Pengprov PRSI Banten tetap komitmen terhadap hasil rapat bersama Ketua Pengcab PRSI pada 5 Oktober 2018. Pasalnya, di dalam THB setiap nomor perombaan hanya bola diikuti maksimum dua atlet dari kabupaten kota. “Harusnya jika berdasarkan hasil revisi THB satu atlet dari satu kabupaten kota hanya turun di satu nomor perlombaan.

Artinya itu kalau itu aturan itu tetap sahkan sama saja melegalkan atlet-atlet rekrutan dari luar Banten. Mereka bisa dapat tiga sampai empat nomor medali emas. Sementara atlet Banten selalu kalah karena limitnya juga jauh,” ujar Asyono.


Apabila pengprov tetap bergeming dan tetap berpedoman pada THB, maka pihaknya berjanji akan walk out dari porprov. “Tentu kami dari Kabupaten Serang tidak akan mengikuti event porprov. Kita akan mundur,” tegasnya.


Mengomentari hal itu, Sekretaris Umum Pengprov PRSI Banten, Djajang Drajat, menyatakan, pihaknya kembali ke THB lantaran sudah mengikat. “Kita kembali ke THB lagi karena sudah mengikat. Itu hasil keputusan para ketua pengcab PRSI yang hadir pada tanggal 5 Oktober kemarin,” jelas Djajang. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook