Bank Banten Bisa Cepat Tumbuh

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 11 Oktober 2018 - 12:59:27 WIB   |  dibaca: 74 kali
Bank Banten Bisa Cepat Tumbuh

CEPAT TUMBUH : Jajaran komisaris dan direksi Bank Banten saat paparan hasil RUPSLB di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Selasa (9/10). DPRD Banten meyakini Bank Banten akan cepat tumbuh apabila Bank bjb menanggalkan kata Banten pada brand-nya.

SERANG- DPRD Provinsi Banten mendukung adanya wacana revisi rencana pembangunan jangka mengengah daerah (RPJMD) Banten 2017-2022 untuk memfasilitasi pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Agrobisnis. Sebab, pembentukan lembaga plat merah itu sangat ditunggu kehadirannya untuk meningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.


Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Muflikhah mengatakan, revisi RPJMD adalah kebijakan yang tepat jika memang dilaksanakan. Sebab, salah satu syarat pembentukan BUMD harus tertuang secara gamblang di dokumen perencanaan tersebut.


"Itu langkah tepat. Sebelum membentuk BUMD harus ada regulasinya dan acuan regulasi tertinggi dalam kebijakan pemerintah. Salah satunya adalah RPJMD. Sebelum adanya pergub (peraturan gubernur), perda (peraturan daerah) dan regulasi lainnya, harus dituangkan dulu dalam RPJMD," ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (10/10).


Ia meyakini rencana revisi RPJMD akan mendapat dukungan banyak pihak, karena sejatinya rencana pembentukan BUMD Agrobisnis sudah digagas sejak 2012. Bahkan di tahun itu sudah dilakukan kajian terkait lokasi sentra agrobisnis.


"Pembentukan BUMD Agrobisnis sebenarnya sudah lama dibicarakan, tepatnya di 2012 saat gubernurnya Bu Atut (Chosiyah). Saat itu telah dilakukan kajian lokasi yang akan dijadikan tempat agrobisnis. Hasilnya ada dua tempat. Pertama di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Kedua di Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang," katanya.


Terkait peluang bisnis BUMD Agrobisnis, mantan bakal calon Bupati Serang itu mengaku tak perlu mengkhawatirkannya. Pemprov DKI Jakarta sudah menyatakan dukungannya dan siap menjalin kerja sama.


"Selain itu, di tahun 2015 Pemprov DKI pernah berharap adanya kerja sama dengan Banten, berkaitan dengan agrobisnis ini. Semua bahan hasil pertanian, perkebunan dan peternakan sebelum masuk DKI terlebih dulu transit di agrobisnis Banten. Seperti yang telah DKI lakukan, kerjasama dengan Pemprov Lampung dan NTT (Nusa Tenggara Timur)," ungkapnya.


Politikus PPP itu berharap, ketika revisi RPJMD benar-benar dilakukan maka Pemprov Banten harus memerhatikan sejumlah elemen penting lainnya seperti pernyertaan modal. Sehingga dikemudian hari tidak ada kelemahan dalam regulasinya. Dengan demikian, adanya BUMD Agrobisnis bisa bermanfaat dan dimanfaatkan dari hulu hingga hilir.


"Dengan adanya (BUMD) Agrobisnis ini keuntungan bagi masyarakat Banten, selain bisa menciptakan lapangan kerja, juga bisa mendorong bagi para petani dan nelayan Banten untuk meningkatkan produktivitasnya. Mereka akan bisa langsung menjual hasil pertanian atau perikanannya ke agrobisnis. Intinya BUMD ini bukan hanya untuk distribusi tapi juga mendorong meningkatnya produksi," tuturnya.


Diberitakan sebelumnya, Pemprov Banten mengindikasikan akan merevisi RPJMD 2017-2022. Hal tersebut dilakukan untuk memfasilitasi pembentukan BUMD Agrobisnis yang memang tak terakomodasi di dokumen tersebut. Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, saat ini pemprov sedang melakukan kajian terhadap pembentukan BUMD Agrobisnis. Pemprov juga sedang melakukan koordinasi dengan DPRD dalam kaitan BUMD dengan RPJMD.


“Sekarang Pak Gubernur juga sedang mengkaji untuk bagaimana rencana pembentukan BUMD Agrobisnis ini bisa segera terealisasi. Nanti secara teknis Pak Gubernur akan berkoordinasi dengan DPRD untuk bagaimana bisa memasukan input dari BUMD ini agar bisa berjalan dan beroperasi,” ujarnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook