Kajian Masjid Agung Libatkan UI

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 11 Oktober 2018 - 13:04:20 WIB   |  dibaca: 75 kali
Kajian Masjid Agung Libatkan UI

STUDI KELAYAKAN : Suasana rapat paripurna membahas APBD Perubahan tahun 2018, Rabu (10/10). Dalam APBD Perubahan, pemkot memasukkan anggaran untuk studi kelayakan pembangunan Masjid Agung Kota Serang yang rencanannya akan dibangun di Alun-alun Barat Kota Serang.

SERANG- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan menggandeng Universitas Indonesia (UI) untuk melakukan studi kelayakan (fisibility study) rencana pembangunan Masjid Agung Kota Serang di Alun-alun Barat Kota Serang. Anggaran untuk melakukan studi kelayakan sudah dimasukkan ke dalam APBD Perubahan tahun 2018.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Djoko Sutrisno mengatakan bahwa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia akan diminta melakukan studi kelayakan pada rencana pembangunan Masjid Agung Kota Serang. Studi kelayakan maksimal akan selesai pada Desember mendatang.“Kalau bisa sebelum Desember. Mudah-mudahan akhir Oktober selesai,” kata Djoko, Rabu (10/10).

Djoko mengungkapkan bahwa anggaran yang sudah dialokasikan Pemkot Serang untuk membiayai studi kelayakan mencapai Rp 200 juta. Dalam pelaksanaannya nanti pengerjaan studi kelayakan akan dilakukan dengan cara kontrak dengan Universitas Indonesia.


Kemarin, perubahan fungsi Alun-alun Kota Serang pun disampaikan Penjabat Walikota Serang Ade Aryanto saat menyampaikan rancangan peraturan daerah (Raperda) usul walikota Serang tentang perubahan atas peraturan daerah Kota Serang nomor 6 tahun 2011 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Serang tahun 2010-2030 dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Serang.


Dalam penyampaian itu, Walikota Serang mengatakan bahwa meninjau kembali terhadap lingkungan hidup strategis yang meliputi 9 poin. Poin ke-9 itu adalah revitalisasi penataan kawasan ruang terbuka hijau Alun-alun Kota Serang sebagai pusat rekreasi dan olahraga masyarakat.

Meski demikian, Asda I Kota Serang Nanang Saepudin membantah bila usulan raperda ini dibuat hanya untuk meloloskan pembangunan Masjid Agung Kota Serang. Ia juga membantah revisi rencana tata ruang wilayah karena adanya titipan untuk pembangunan Masjid Agung Kota Serang.“RTRW bukan pesanan untuk mendukung rencana pembangunan Masjid Agung,” katanya menegaskan.


Nanang mengungkapkan bahwa penyebab RTRW direvisi karena ada sejumlah alasan. Ia mencontohkan adanya perubahan pada RTRW Provinsi Banten secara otomatis akan mengubah RTRW yang ada di Kota Serang. Selain itu, sejumlah kebijakan lain yang merupakan kebijakan gubernur sebelumnya tetapi tidak dilanjutkan oleh gubernur saat ini juga menuntut perubahan RTRW di Kota Serang.


“Misalkan berubahnya kawasan Banten Waterfront City menjadi kawasan Serang Utara Terpadu. Jadi, perubahan RTRW memang dimungkinkan terjadi. Sesuai perda nomor 6 tahun 2011 tentang RTRW Kota Serang tahun 2010-2030 pasal 83 disebutkan RTRW dapat ditinjau kembali minimal 5 tahun sekali," ujar mantan Sekretaris DPRD Kota Serang ini.
(tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook