2 Elit Golkar Diperiksa Bawaslu

nurul roudhoh   |   Politik  |   Kamis, 11 Oktober 2018 - 16:09:26 WIB   |  dibaca: 216 kali
2 Elit Golkar Diperiksa Bawaslu

SERANG – Dua petinggi Partai Golkar memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan agenda permintaan klarifikasi dugaan keterlibatan kepala desa dalam kampamye Pemilu 2019, Rabu (10/10). Keduanya adalah Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kota Serang Tb Haerul Jaman dan Ketua DPD Golkar Kabupaten Serang Fahmi Hakim.


Seperti diketahui, Jaman adalah calon anggota legislatif (caleg) DPR RI untuk daerah pemilihan (Dapil) Banten II meliputi Kabupaten Serang, Kota Serang dan Cilegon. Sedangkan Fahmi adalah caleg DPRD Provinsi Banten dari Dapil Kabuaten Serang.


Informasi yang dihimpun, dalam agenda permintaan klarifikasi kemarin ada tiga caleg yang dipanggil. Selain Jaman dan Fahmi ada nama caleg Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Andiara Aprilia Hikmat.Permintaan klarifikasi dilayangkan karena ketiganya diduga melanggar melibatkan kepala desa dalam kampanye. Sebab, ketiganya hadir di acara rapat kerja Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Serang di Hotel Le Dian pada 24 September lalu.


Pantauan Banten Raya, Jaman menjadi caleg yang pertama datang memenuhi panggilan sekitar pukul 11.00 WIB atau terlambat satu jam dari jadwal yang diagendakan. Saat memenuhi panggilan, mantan Walikota Serang itu didampingi dua orang.


Sebelum dimintai klarifikasi, Jaman sempat berbincang dengan Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudi yang kebetulan akan bertolak ke sebuah acara. Selang 10 menit, Jaman pun masuk ke ruang komisioner Bawaslu Banten Badrul Munir untuk dimintai klarifikasi. Mantan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Banten itu diperiksa sekitar 3 jam. Yang bersangkutan keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 14.00 WIB.


Usai pemeriksaan kepada wartawan Jaman mengatakan, kedatangannya dalam acara yang digelar Apdesi hanya sebatas menghadiri kegiatan. Sebab, dia menerima undangan sebagai Dewan Pembina.“Saya diundang kapasitasnya sebagai Dewan Pembina. Saya sampaikan (kepada Bawaslu) dari awal diminta oleh mereka (Apdesi-red) memberikan masukan. Memberikan apa namanya, kapasitas sebagai Dewan Pembina, arahan dan sebagainya,” ujarnya.


Ia menjelaskan, adapun materi paparan yang disampaikannya adalah seputar penguatan sinergitas antara Apdesi dengan pemerintah daerah. “Terus isinya apa saja? Hanya memberikan yang pertama itu arahan kemudian memotivasi, terus membangun kebersamaan. Terus bersinergi dengan pemerintah daerah,” katanya.


Disinggung soal adanya dugaan kampanye, Jaman membantahnya. Dalam paparannya, dia tidak pernah mengajak peserta raker untuk memilih dirinya. “Saya tidak berkampanye, saya sendiri tidak ada bahasa kampanye, ajakan untuk mencoblos saya, ajakan untuk memilih saya, tidak ada. Saya hanya mengajak berdoa, kita sama-sama mendoakan," tuturnya.


Suami dari mantan calon Walikota Serang Vera Nurlaela itu meminta kepada khalayak umum tidak melihat dirinya sebagai caleg. Sebab dirinya juga masih aktif di sejumlah organisasi. “Ini yang harus diketahui juga, sebagai Dewan Pembina ini bukan hanya sebatas saya selesai di walikota masuk sebagai Dewan Pembina. Tidak seperti itu.

Dulu jalinan komunikasi dengan para kepala desa di kabupaten (Serang) ini memang secara emosional sudah terbangun semenjak mereka memperjuangkan undang-undang desa. Jadi jangan sampai tahunya hanya saya yang caleg,” tegasnya.


Untuk caleg kedua yang direncanakan memenuhi panggilan adalah Andiara yang dijadwalkan pukul 13.00 WIB. Meski demikian, calon petahana itu tak kunjung datang. Sedangkan Fahmi Hakim datang pukul 15.00 WIB sesuai dengan jadwal.Sama dengan Jaman, mantan Ketua DPRD Kabupaten Serang itu diperiksa selama tiga jam. Yang bersangkutan keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 18.00 WIB.


Sejurus dengan Jaman, Fahmi juga mengaku, hanya memenuhi undangan dari Apdesi dari kapasitasnya sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang. Dia juga membantah adanya unsur kampanye di acara yang dihadirinya itu.“(Soal dugaan kampanye) Enggak ada itu, enggak ada.

Ditanya klarifikasi saja, Pak Ketua (Fahmi menyebut dirinya) hadir sebagai apa? Ya hadir sebagai undangan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang. Menghadiri, hanya menghadiri itu saja. Kalau yang lain sih normatif, enggak banyak. Pada intinya hanya mengklarifikasi keberadaan saja datang ke situ,” tuturnya.


Terpisah, Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudi membenarkan, pemanggilan ketiga caleg tersebut untuk meminta klarifikasi dugaan pelibatan kepala desa dalam kampanye.“Jadi perlu kita klarifikasi orang yang hadir dan itu sekarang tiga orang. Bisa bertambah sesuai dengan perannya masing masing yang hadir di acara Apdesi Kabupaten Serang tersebut. Kemudian juga nanti termasuk klarifikasi kepada pejabat negara yang hadir, dalam hal ini Wakil Bupati Serang (Pandji Tirtayasa-red),” katanya.


Menurutnya Didih, pemanggilan Pandji akan dilakukan karena selain pelibatan kepala desa ada juga dugaan keterlibatan ASN. Meski demikian dia belum bisa menyimpulkan dugaan-dugaan tersebut, namun jika terbukti caleg bisa dijerat hukum pidana.“Kalau melibatkan kepala desa kan bisa pidana, tapi kita lihat unsur-unsurnya dulu.

Terbukti enggak melibatkan kepala desa dan siapa yang melibatkannya,” imbuhnya.Soal mangkirnya Andiara dalam pemanggilan, Bawaslu telah menjadwalkan pemanggilan kedua. “Dijadwalkan ulang besok (hari ini-red),” pungkasnya. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook