Kelurahan Butuh Jaringan Internet

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 12 Oktober 2018 - 11:11:31 WIB   |  dibaca: 77 kali
Kelurahan Butuh Jaringan Internet

PANTAU PELAYANAN : Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan dan Ketertiban Umum Kelurahan Bagendung Deni Eka Wandana tengah meninjau proses pelayanan di kantor kelurahan, kemarin.

CILEGON – Sejumlah kelurahan di Kota Cilegon masih mengeluhkan belum adanya jaringan internet kabel yang masuk kewilayahnya. Situasi itu, membuat budaya kerja pemerintah kelurahan harus bertambah rumit, karena terpaksa menggunakan modem atau jaringan dari smart phone.


Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pemerintahan pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon Ucu Suherman mengatakan, beberapa kelurahan yang belum masuk jaringan internet kabel, khususnya kelurahan yang ada dipinggiran kota.

Namun, hal tersebut seharunya bukan menjadikan kendala pekerjaan dan dikeluhkan. Sebab, masih ada alternatif lain yang bisa digunakan seperti modem dan jaringan dari telepon genggam. "Setiap pembinaan kami tidak menerima alasan tidak maksimal karena soal jaringan internet. Sebab, itu bisa disiasati atau banyak alternatif lainnya yang digunakan," katanya kepada Banten Raya, Kamis (11/10).


Ucu menjelaskan, tidak ada kendala dalam proses pekerjaan. Namun, karena modem dan smart phone memakai kuota pulsa maka menjadi kendala saat pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Sebab, dalam kode rekening tidak ada untuk kuota pulsa. "Memang kalau internet kabel itu selalu ada bukti tahihan serta pembayaran, untuk diinput juga ada kode rekeningnya. Kalau pulsa itu tidak ada. Ini menjadi kendala," jelasnya.


Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan dan Ketertiban Umum Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon Deni Eka Wandana mengungkapkan, jaringan internet merupakan bagian penting untuk menunjang pelayanan atau juga kerja pegawai.

Sebab, beberapa pekerjaan harus dilakukan lewat input data dalam aplikasi. Hal tersebut tentu membutuhkan jaringan internet. Sementara, untuk jaringan modem dan smart phone terbatas, baik dari kecepatan dan juga aksesnya. "Tentu ini menjadi kendala karena saat pengerjaan profil kelurahan yang harus diisi dalam aplikasi maka butuh jaringan. Belum lagi jika yang mengakses banyak akan semakin sulit," ungkapnya.


Kepala Seksi (Kasi) Infrastruktur Jaringan Telematika Mufti enggan memberikan keterangan berapa banyak jumlah kelurahan yang belum memiliki jaringan internet kabel. Ia beralasan sedang sibuk mengurusi pekerjaan lainnya. "Saya sedang sibuk, ini ada kerjaan tentang analisis. Jadi nanti saja atau langsung kepada kepala bidang," katanya enggan memberikan jawaban atas pertanyaan Banten Raya soal masih ada kelurahan yang belum masuk jaringan internet kabel. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook