Warga Gusuran Cabut Kuasa Hukum

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 12 Oktober 2018 - 11:13:05 WIB   |  dibaca: 109 kali
Warga Gusuran Cabut Kuasa Hukum

CABUT KUASA HUKUM: Ratusan warga Lingkungan Cikuasa Pantai dan Kramat Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, yang mencabut hak kuasa hukum kepada Pengacara Evi Silvi, Kamis (11/10).

Warga di yang rumahnya digusur oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon pada Agustus 2016 lalu di Lingkungan Cikuasa Pantai dan Kramat Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol melakukan pencabutan hak kuasa hukum warga. Ada sekitar 119 orang yang menandatangani pencabutan hak kuasa hukum yang tadinya dipercayakan kepada advokat Evy Silvi Yuniatul Hayati.


Penandatangan pencabutan hak kuasa hukum dilakukan ratusan warga di Lingkungan Cikuasa Pantai, Kelurahan Gerem, Kamis (11/10) siang. Dalam penandatangan tersebut, juga disaksikan perwakilan Polsek Pulomerak. Surat penandatangan pencabutan kuasa hukum juga diberikan kepada Evi Silvi melalui perwakilannya.

Koordinator Warga Lingkungan Cikuasa Pantai dan Kramat Raya Jamhari mengatakan, sekitar 119 warga mencabut hak kuasa hukum yang saat ini dipercayakan kepada Evi Silvi. 119 warga telah membubukan tanda tangan untuk mencabut kuasa hukum. "Alasannya karena kasus terlalu lama dan belum ada hasilnya terkait ganti rugi oleh Pemkot Cilegon," kata Jamhari ditemui Banten Raya, kemarin.

Dari 241 warga yang rumahnya digusur oleh Pemkot Cilegon, tambah Jamhari, ada 119 yang sudah secara resmi mencabut hak kuasa hukum atas nama Evi Silvi. Langkah 119 warga Lingkungan Cikuasa Pantai dan Kramat Raya akan bersama-sama mengawal ganti rugi untuk warga korban gusuran dari Pemkot Cilegon. "Menunggu ganti rugi dari Pemkot, kami warga bersama-sama akan bergerak ke Plt Walikota Cilegon bersama-sama," tambahnya.


Jamhari mengaku, dalam perjalan kasus korban gusuran warga Lingkungan Cikuasa Pantai dan Kramat Raya sudah sampai kasasi. Warga berhak menerima ganti rugi. Namun, sampai saat ini belum ada titik terang terkait dengan ganti rugi tersebut. "Kami sudah terlalu lama menunggu kejelasan ganti rugi. Warga lelah, makanya akan bergerak bersama-sama saja. Nanti juga bukan 119 orang saja yang cabut kuasa hukum, masih ada kemungkinan bertambah," akunya.


Sementara itu, Advokat Evi Silvi mengatakan, pencabutan kuasa hukum dinilai tidak tepat. Sebab, dari sekitar 241 warga yang rumahnya digusur, hanya sekitar seratus saja yang mencabut hak kuasa hukum. Ia menilai masih lebih banyak yang memercayakan dirinya sebagai kuasa hukum dalam mengawal ganti rugi bagi warga korban gusuran.


"Lamanya proses ganti rugi bagi warga bukan kesalahan pengacara. Tapi ini kan ada prosesnya dari Pemkot Cilegon. Kami sudah bekerja keras, kalau kami tidak bekerja tidak mungkin dong sampai menang di kasasi," katanya.


Evi menambahkan, dalam perjalanan mengawal kasus gusuran di Cikuasa Pantai dan Kramat Raya, pihaknya telah berjuang agar warga memeroleh ganti rugi dari pemerintah. "Kalau mencabut dukungan karena alasan terlalu lama itu hanya alasan bagi mereka yang frustasi. Ini ada politisasi," tambahnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook