Pelayanan Birokrasi RSUD Berbelit

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Jumat, 12 Oktober 2018 - 11:33:57 WIB   |  dibaca: 43 kali
Pelayanan Birokrasi RSUD Berbelit

BUKA ACARA SEMINAR : Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi perintahkan manajemen RSUD Adjidarmo pelayanan birokrasi tidak berbelit-belit dalam acara seminar kesehatan di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Kamis (11/10)

RANGKASBITUNG - Orangtua pasien penderita thalasemia, Indah Respati mengeluhkan pelayanan birokrasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo, Rangkasbitung yang berbelit-belit. Selain itu, prosedur pelayanan di RSUD juga terlalu panjang."Sudah 7 tahun anak saya menderita thalasemia.

Namun, prosedur pelayanan transfusi darah terlalu panjang harus menunggu 1 hingga 2 jam di ruang IGD (Instalasi Gawat darurat)," kata Indah Respati, Orangtua Pasien Penderita Thalasemia kepada Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi dalam acara seminar kesehatan dengan tema kanker serviks dan thalasemia yang diselenggarakan Dewan pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lebak di Museum Multatuli Rangkasbitung, Kamis (11/10).


Indah berharap, proses pelayanan transfusi darah berjalan cepat, tanpa menunggu di ruang IGD. "Anak kami bukan sakit, kami butuh transfusi. Karena lama di ruang IGD, dari tadinya gak sakit jadi kena batuk filek. Saya mohon menyediakan ruangan khusus anak thalasemia," pintanya.


Indah menjelaskan, setiap transfusi anaknya membutuhkan 4 hingga 5 kantong darah. "Anak saya butuh transfusi darah cepat dan ditempatkan di ruang khusus, supaya tidak tertular penyakit dari orang-orang yang menjalani perawatan di IGD," jelasnya.


Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengucapkan terima kasih kepada para pemuda Lebak yang telah menggagas acara seminar kesehatan. "Tentang berbelitnya birokrasi di RSUD, itu keluhan tadi kita dengarkan memohon agar disediakan satu ruangan khusus penderita thalasemia. Saya sudah sampaikan ke manajemen agar direalisasikan," akunya.


Menurut Ade, penderita thalasemia harus cepat mendapatkan pelayanan karena berbeda dengan penyakit lain. "Kalau sudah ngedrop, maka wasalam (Meninggal dunia-red) tak bisa tertolong," tuturnya.


Ketua DPD KNPI Kabupaten Lebak Syamsul Rizal menuturkan, dalam rangka menyambut hari Sumpah Pemuda, DPD KNPI menginisiasi kegiatan seminar kesehatan. "Itu karena ada desakan relawan penggiat kesehatan yang menyoroti bahayanya kanker serviks dan thalasemia. Semakin hari jumlah penderita semakin tinggi, untuk thalasemia sudah ada 40 penderita belum kanker serviks yang sampai sekarang belum ada obatnya," katanya. (purnama)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook