Pemilu 2019 Berpotensi Gaduh

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 12 Oktober 2018 - 12:20:12 WIB   |  dibaca: 126 kali
Pemilu 2019 Berpotensi Gaduh

NGOPI : Suasana acara ngopi bareng, di Makodim 06/02 Serang, Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kamis (11/10).

SERANG- Potensi politisasi isu SARA (suku agama ras antargolongan) dan berita bohong (hoax) yang beredar berpotensi membuat pemilu serentak 2019 gaduh dan panas. Untuk itu, ulama di wilayah Serang diminta menciptakan iklim yang sejuk selama pelaksanaan pemilu serentak 2019.

Dandim Serang Letkol Czi Harry Praptomo mengatakan bahwa ulama sebagai pemimpin masyarakat diharapkan memberikan masukan atau arahan yang menyejukkan umat selama pemilu serentak 2019.

Dengan demikian, maka potensi politisasi isu SARA dan kegaduhan yang diciptakan oleh berita bohong bisa diminimalisasi. Ia berharap dengan adanya sinergi antara semua elemen, termasuk ulama dalam menjaga pemilu serentak 2019 dapat berjalan dengan baik."Kami berharap ulama bisa menyejukkan umat," kata Harry saat acara ngopi bareng Danrem dan Kapolres, di Makodim 06/02 Serang, Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kamis (11/10).


Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin, Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, dan Ketua MUI Kota Serang KH Mahmudi. Acara ngopi bareng digelar sebagai sarana berkumpul dan berdiskusi jajaran TNI, Polri, ulama, dan insan pers.

Acara ini mengadopsi diskusi seperti Indonesia Lawyer Club yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta."Lokasi ngopi bareng juga bisa berpindah-pindah tidak hanya di Makodim Serang, melainkan juga di Mapolres Serang, bahkan bisa di Polsek wilayah Serang," katanya.

Harry juga mengatakan bahwa insan pers merupakan mitra strategis TNI/Polri dalam menjalankan tugas menjaga situasi kamtibmas (keamanan ketertiban masyarakat). Oleh karena itu TNI/Polri perlu mendapatkan masukan, saran, bahkan kritik dari pers. Ia berharap pertemuan ngopi bareng ini bisa dijadikan sarana meningkatkan tali silaturahmi antara TNI, Polri, dan wartawan.“Kami berharap tali silaturahmi tidak hanya berada di level pimpinan, namun harus diterapkan pada seluruh anggota Kodim dan Polres,” katanya.

Komarudin mengatakan bahwa menciptakan pemilu serentak yang kondusif tidak dapat dilakukan hanya oleh alat negara seperti polisi dan TNI. Lebih dari itu butuh dukungan dari ulama, pers, dan masyarakat untuk sama-sama mewujudkan pemilu yang aman, damai, dan sejuk."Kalau sekarang ngopi bareng hanya seperti ngopi secangkir (karena pesertanya sedikit), ke depan ngopi bareng bisa sewarung (dengan jumlah peserta yang lebih banyak)," ujarnya.

Apalagi, kata Komarudin, jantung dari setiap peristiwa lebih banyak diketahui oleh masyarakat. Sehingga peran serta masyarakat sangat penting. Pers sebagai lembaga yang menyebarluaskan informasi juga diharapkan memberikan berita yang menyejukkan.

KH Mahmudi mengatakan, peran ulama dalam menjaga NKRI sudah tidak bisa dinafikan lagi. Bahkan, para ulama sudah membimbing umat jauh sebelum Indonesia lahir. Karena itu, komitmen ulama dalam menjaga NKRI tidak bisa diragukan lagi. Dengan banyaknya bermunculan organisasi keagamaan, maka untuk menyatukannya dibentuklah Majelis Ulama Indonesia atau MUI.

Sementara itu, Henny Muniarti, wartawan yang bertugas di Serang mengapresiasi acara yang diinisasi oleh Kodim Serang dan Polres Serang ini. Ia berharap kegiatan ini akan berjalan secara terus-menerus tidak hanya sekali dua kali.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan dalam kesempatan itu mengatakan, acara ngopi bareng wartawan merupakan kegiatan yang sangat baik dalam mempererat silaturahmi serta saling memberikan masukan.

Oleh karena itu, perlu diselenggarakan secara berkesinambungan. "Perlu berkesinambungan paling tidak satu atau dua bulan sekali untuk menyentuh seluruh personel, dan acara tidak hanya di polres atau kodim tapi bisa di polsek atau koramil," kata Indra. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook