Pusat Siapkan Lahan SD Terdampak Tol

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 12 Oktober 2018 - 15:22:44 WIB   |  dibaca: 86 kali
Pusat Siapkan Lahan SD Terdampak Tol

GANTI RUGI : Seorang pemilik lahan terdampak Tol Serang-Panimbang mengurus dokumen pembayarn ganti rugi di halaman Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Kamis (11/10).

SERANG – Pemerintah pusat menyiapkan lahan pengganti lima sekolah dasar negeri (SDN) terdampak pembangunan Tol Serang-Panimbang. Lahan pengganti itu ditargetkan sudah bisa dibebaskan pada November hingga Desember ini.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) I Pembangunan Tol Serang-Panimbang Sugandhi mengatakan, progres pembebasan lahan di wilayah Kabupaten dan Kota Serang sudah mencapai 93,3 persen. Adapun sisa lahan yang belum dibebaskan salah satunya adalah fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) berupa SDN.“Ada lima SD.

Adapun sisa yang belum dibebaskan karena warga yang masih mengajukan keberatan tentang harga ganti rugi. Lalu adanya sengketa, warga yang tidak diketahui alamatnya, masih pikir-pikir dan tanah wakaf. Dari 2.220 bidang lahan yang akan dibebaskan, 2.062 diantaranya sudah dibebaskan,” ujarnya saat ditemui di salah satu cafe ternama di Kota Serang, Kamis (11/10).


Ia menjelaskan, kelima SDN terdampak tersebut direncanakan akan direlokasi. Adapun kelima SDN itu seluruhnya berada di Kabupaten Serang. Rinciannya, SDN Cipete dan SDN Silebu di Kecamatan Kragilan. Kemudian SDN Seba, SDN Inpres Cikeusal dan SDN Cilayang Guha di Kecamatan Cikeusal.


Saat ini pihaknya sedang mengurus administrasi lahan pengganti di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dari lima SDN, BPN baru mengeluarkan peta bidang untuk dua SDN.“SD itu kita nanti relokasi, ada lima. Tanah SD yang kena itu nanti relokasi untuk membangun kembali. Sekarang inikita sedang proses pengajuan peta bidang ke BPN. Dari lima baru yang keluar dua peta bidang. Kenapa dibutuhkan peta bidang? Untuk kebutuhan penilaian atau appraisal,” katanya.


Setelah nilai dari appraisal keluar, kata dia, selanjutnya pemerintah akan melakukan musyawarah kepda pemilih lahan pengganti. Jika ada kesepakatan, pihaknya akan langsung melakukan pembayaran.“Kita upayakan di November-Desember bisa kita diselesaikan. Selesai sampai tahap pembangunan administrasinya dulu,” ungkapnya.


Lebih lanjut dipaparkan Sugandhi, setelah lahan pengganti terbebaskan, pihaknya akan melakukan lelang konsultan perencanaan dan pembangunan gedung SDN. Pembangunan sendiri diprediksi akan  memakan waktu selama tiga bulan.

Namun dia tak mengungkapkan kapan pembangunan akan dilakukan.“Tahap terakhir penyerahan hasil pembangunan tersebut dari kementerian ke Pemkab serang. Setelah bangunan SD itu dibangun, bangunan SD (di lahan tol) itu baru boleh dibongkar. Langsung digusur dan murid-murid sudah bisa pindah ke tempat baru,” tuturnya.


Sebelumnya, Manajer Operasional PT Wika Serang-Panimbang Muhamad Ali mengatakan, secara umum pengerjaan konstruksi tol dibagi dalam tiga seksi. Seksi 1 yaitu dari Serang hingga Rangkasbitung, seksi 2 Rangkasbitung hingga Cileles dan Seksi 3 dari Bojong hingga Panimbang.


“Porsi BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) itu Serang hingga Cileles atau seksi 1 dan 2, dengan panjang 50,67 kilometer. Saat ini progresnya untuk seksi 1 sudah 9,69 persen dan ditarget selesai pada November 2019. Sedangkan untuk  seksi tiga menjadi porsi pemerintah, direncanakan mulai konstruksi pada Januari 2019 dan selesai pada Agustus 2020 bersamaan dengan penyelesaikan seksi 2,” tuturnya.


Lebih lanjut dipaparkan Ali, selain pengerasan jalan pihaknya juga terus melakukan pembukaan jalan bagi lahan yang telah dibebaskan. Selain itu PT Wika Serang-Panimbang juga membangun tembok pemisah antara kawasan proyek dan pemukiman warga.“Ada 226 alat berat yang kami turunkan agar proses pengerjaan konstruksi bisa selesai tepat waktu,” ujarnya. (dewa)

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook