PPPNI Dorong Perawat Punya STR

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 15 Oktober 2018 - 15:02:39 WIB   |  dibaca: 358 kali
PPPNI Dorong Perawat Punya STR

MUSDA : Pengurus DPD PPNI Kota Serang saat Musda II PPNI Kota Serang yang berlangsung di gedung PKPRI Serang, Minggu (14/10).

SERANG- DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Serang akan mendorong dan memfasilitasi agar semua anggota PPNI yang merupakan perawat mempunyai surat tanda registrasi (STR). STR dibutuhkan agar seorang perawat bisa bekerja di fasilitas kesehatan.

Ketua DPD PPNI Kota Serang Toyalis mengatakan, program kerja PPNI ke depan adalah bagaimana mengusahakan agar pengurus dan anggota memiliki nomor registrasi anggota atau nira. Anggota PPNI juga harus teregistrasi namanya sebagai perawat yang dibuktikan dengan surat tanda registrasi (STR).

Maka, bagi para perawat yang baru lulus kuliah harus ikut uji kompetensi agar mendapatkan surat tanda registrasi perawat. Registrasi dilakukan ke Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia.“PPNI mendorong dan memfasilitasi agar semua anggota punya STR,” kata Toyalis di sela Musda II PPNI Kota Serang di gedung PKPRI Serang, Minggu (14/10).

Toyali mengatakan bahwa STR setiap 5 tahun sekali akan mati atau tidak berlaku. Untuk mendapatkannya kembali, maka seorang perawat harus kembali ikut registrasi kembali. Sementara bagi perawat yang bekerja di pelayanan kesehatan akan didorong oleh PPNI agar mengejar satuan kredit point (SKP) minimal 25 SKP.

Sampai saat ini hanya tinggal 12 perawat yang masih proses SPK. Sedangkan anggota PPNI lainnya, sekitar 500 orang sudah mengurus SKP.“Dalam rangka memenuhi profesionalisme anggota PPNI kita dorong minimal lulusan D3. Karena itu mereka yang lulusan SPK (sekolah perawat kesehatan setingkat SMK-red) harus sekolah lagi,” tuturnya.

Toyalis mengungkapkan bahwa Kota Serang masih kekurangan perawat. Padahal, keberadaan mereka sangat penting sebab mereka yang menjaga pasien selama 24 jam. Ia mengungkapkan bahwa dari 16 puskesmas yang ada di Kota Serang, 6 puskesmas di antaranya merupakan puskesmas rawat inap, masih kekurangan perawat.

Ia mencontohkan hanya ada 25 perawat di puskesmas rawat jalan dan 35 perawat di puskesmas rawat inap.“Sangat minim. Idealnya untuk setiap tiga tempat tidur ada dua perawat,” ujarnya seraya menambahkan tenaga perawat masih kurang sekitar 50 orang lagi.

Ketua Panitia Musda II PPNI Kota Serang M Iqbal mengatakan bahwa mudsa adalah amanat AD/ART PPNI yang harus dilaksanakan, mulai dari tingkat pusat sampai dengan kabupaten/kota. Dalam AD/ART disebutkan, setiap 5 tahun sekali ada pergantian kepengurusan.

Yang mempunyai suara dalam musda adalah dewan pengurus kesekretariatan (DPK). Mereka tersebar di pusat pelayanan kesehatan, misalkan puskesmas dan rumah sakit.“Ada 12 DPK di Kota Serang yang masing-masing DPK mempunyai satu suara,” katanya. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook