Puspa Banten Gandeng DP3AKKB

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Senin, 15 Oktober 2018 - 15:16:29 WIB   |  dibaca: 506 kali
Puspa Banten Gandeng DP3AKKB

SOSIALISASI : Pantia, peserta dan pembicara sosialisasi pencegahan penikahan usia anak foto bersama usai kegiatan, kemarin.

SERANG – Sebanyak 60 pelajar di wilayah Kecamatan Kesemen dan sekitarnya mengikuti sosialisasi pencegahan perkawinan pada usia anak, di Aula Lantai II Caffe Bubble, Kota Serang, Sabtu (13/10) kemarin.

Siti Nina Ma’ani Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Banten dalam sambutannya mengatakan, remaja harus menunda usia perkawinan. Menikah diusia muda sangat rentan dengan penyakit, sehingga terancam akan kematian.“Selain itu pernikahan anak rentan dengan ancaman perceraian, sebab masing-masing pasangan belum memiliki persiapan yang matang,” kata Nina.

Ia menjelaskan, maraknya perkawinan anak yang dialami remaja putri berusia dibawah 20 tahun, ternyata masih menjadi fenomena di beberapa daerah di Indonesia. Perkawinan anak bukan menjadi suatu hal yang baru untuk memperbincangkan, padahal banyak resiko yang harus dihadapi mereka yang melakukannya.“Perkawinan anak menjadi masalah serius, karena perkawinan anak akan berujung pada kehamilan anak, yang selanjutnya anak akan melahirkan anak,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Erminiwati Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada BP3AKKB Banten dalam laporannya mengatakan, seluruh jumlah peserta merupakan warga yang tinggal di wilayah Kasemen, Kota Serang.

“Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi pencegahan perkawinan usia anak. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, para peserta bisa menyampaikan kepada kawan-kawannya, bahwa pernikahan anak tidak dianjurkan,” kata Erminiwati.

Senada disampaikan Sholehajati Fadjartini Ketua Perempuan dan Perlindungan Anak (Puspa) Provinsi Banten, peserta adalah pelajar pada jenjang pendidikan SMK dan SMK. Provinsi Banten masuk ke dalam urutan ke tujuh tingkat nasional terkait tingginya pernikahan usia anak. “Alhamdulilah tiap tahunnya angka tersebut semakin turun,” kata Fadjartini.

Ia mengaku, kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan kepada peserta, terkait pernikahan pada usia anak, resiko pernikahan pada usia anak dan mendorong untuk terus melanjutkan pendidikan usai lulus SMA/SMK.

“Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu pemerintah untuk menekan angka pernikahan diusia anak. Untuk sasaran sendiri adalah kawasan Kasemen, Kota Serang, karena Kecamatan Kasemen memiliki potensi yang luar biasa.“Potensinya diantaranya banyak pabrik kayu yang limbahnya bisa dimanfaatkan, belum lagi limbah laut yang bisa dikelola,” katanya.


Dalam kesmepatan itu, ia berharao peserta bisa menjadi juru bicara dan melakukan sosialisasi terkait resiko pernikahan diusia anak. Pihaknya juga melibatkan guru bimbingan konseling, untuk menjadi pendorong agar pihak sekolah bisa menjadi wadah untuk pencegahan perniakahan diusia anak.“Sebelum kami melakukan sosialisasi ini, kami sudah terjun ke lapangan untuk melakukan pendataan terkait tingginya pernikahan pada usia anak,” imbuhnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook