Pasutri Edarkan Ganja, Ngaku Jaringan Rutan Jambe

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Senin, 15 Oktober 2018 - 16:25:13 WIB   |  dibaca: 865 kali
Pasutri Edarkan Ganja, Ngaku Jaringan Rutan Jambe

Pasutri pengedar narkoba jaringan Rutan Jambe melakukan penimbangan Barang Bukti Narkoba di saksikan sejumlah anggota Reskrim Polsek Jatiuwung, Kota Tangerang, Minggu (14/10).

KOTA TANGERANG - Pasangan Suami Istri (Pasutri), pengedar narkoba berinisial AS (33) dan VS (29), yang diduga jaringan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Tangerang atau populer disebut Rutan Jambe dibekuk anggota Reskrim Polisi Sektor (Polsek) Jatiuwung, Kota Tangerang. Dari tangan pasutri tersebut, polisi berhasil mengamkan barang bukti 1 kilogram (kg) ganja dan sabu seberat 5 gram.


Kapolsek Jatiuwung, Kompol Eliantoro Jalmaf, mengatakan, penangkapan pasutri yang berdomisili di Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini berawal dari laporan masyarakat yang meyebutkan ada pasutri yang sering mengedarkan narkoba jenis ganja dan sabu di wilayah hukum Polsek Jatiuwung.

Berbekal informasi tersebut, lanjut Eliantoro, anggota reskrim yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung AKP Zazali melakukan peyelidikan selama sepekan. “Pelaku berhasil kami tangkap di Kampung Ledug, Kelurahan Jatiuwung, saat sedang mengendarai sepeda motor. Ketika itu pelaku mau menjual narkoba ke pelanggan,” kata Eliantoro kepada Banten Raya saat ditemui di Mapolsek Jatiuwung, Minggu (14/10).


Eliantoro menjelaskan, saat diberhentikan oleh anggota, pelaku sempat mengelak sebagai pengedar narkoba. Namun pelaku akhirnya tidak bisa berkutik saat petugas menemukan ganja, dan sabu yang disimpan di dalam saku celana pelaku dan di bawah jok motor. “Pelaku ini merupakan pengedar narkoba jaringan Rutan Jambe,” jelasnya.


Eliantoro melajutkan, dugaan kedua pelaku merupakan jaringan narkoba Rutan Jambe tersebut berdasarkan keterangan pelaku bahwa barang haram diperoleh dari seseorang pengendali yang saat ini mendekam di Rutan Jambe. Namun demikian, pihaknya masih melakukan pengembangan. “Narkoba tersebut didapat pelaku dari SN, teman kecil pelaku yang kini ditahan di Rutan Jambe,” pungkasnya.


Sementara itu, Kanit Rserkrim Polsek Jatiuwung, AKP Zazali menambahkan, pelaku mengaku sudah enam bulan menjadi pengedar narkoba. Atas perbuatan pelaku ini, pihaknya menjerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun,” singkatnya.


Dihubungi terpisah, Kepala Rutan Kelas 1 Tangerang, Dedi Cahyadi mengaku belum mendapatkan informasi dari pihak kepolisian tentang dugaan keterlibatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Jambe terkait peredaran narkoba.

Namun demikian, pihaknya siap untuk bekerjasama dengan kepolisian untuk melakukan pengembangan kasus tersebut. “Saya secara pribadi masih tidak percaya bahwa ada WBP mengendalikan peredaran narkoba di luar. Sebab, kami sangat ketat melakukan pembinaan diantaranya, melakukan razia ke setiap kamar dan tidak ditemukan alat komunikasi,” jelasnya.


Dedi menambahkan, untuk menvalidasi informasi keterlibatan WBP Rutan Jambe peredaran narkoba di luar, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian. “Bila benar ada WBP yang terlibat, kami akan berikan sanksi tegas,” ujarnya. (imron)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook