748 Keping KIS Ditemukan di Tempat Sampah

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Senin, 15 Oktober 2018 - 16:50:26 WIB   |  dibaca: 859 kali
748 Keping KIS Ditemukan di Tempat Sampah

DIAMANKAN : Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono memperlihatkan KIS yang diamankan jajarannya setelah ditemukan tercecer di tempat sampah, Minggu (14/10).

PANDEGLANG – Sebanyak 340 amplop berkop Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) berisi 748 KIS (Kartu Indonesia Sehat) ditemukan seorang warga Kampung Cibenda, Desa Sukarame Kecamatan Carita berserakan di pinggir Sungai Cibenda, Sabtu (13/10) pagi.

Temuan ini langsung dilaporkan ke pihak kecamatan dan Polsek Carita.Setelah diperiksa di kantor kecamatan, KIS ini merupakan milik warga di tujuh desa di Kecamatan Carita yakni Desa Tembong, Carita, Sukajadi, Sukarame, Sukanegara, Sindanglaut, dan Cinoyong.


Warga yang pertama kali menemukan KIS yakni Beni Bandaniji menyatakan, sebelumnya ia sempat melihat anak-anak kecil di kampungnya bermain kartu. Ternyata kartu yang dijadikan mainan itu kata Beni merupakan KIS berwarna hijau dan berkop garuda. “Anak-anak itu ngakunya memungut KIS di tempat sampah.

Setelah saya cek memang benar ditempat sampah banyak amplop BPJS yang di dalamnya ada KIS. Ada juga amplop yang sudah terbuka dan rusak sehingga KIS berceceran jumlahnya 34 keping. Saya langsung lapor ke TKSK dan pihak kecamatan agar mengamankan KIS,” kata Beni yang juga anggota Komunitas Lintas Masyarakat Anti Korupsi (Limasakti) Pandeglang ini, kemarin.


Kepala Desa Sukarame Jaenal membenarkan ada warganya yang menemukan amplop berisi KIS di dalam sebuah plastik berwarna putih. Setelah mendapat laporan penemuan itu, Jaenal langsung melakukan koordinasi dengan aparatur desanya dan TKSK (tenaga kesejahteraan sosial kecamatan).

Menurutnya, kasus ini sudah ditangani Polres Pandeglang. "Saya dapat laporan dari Sekdes  ada KIS di tempat sampah. Awalnya saya juga kaget. Setelah diselidiki kartu KIS ini salah satunya punya aparatur desa kami bernama Mahpudin dan warga lainnya," ujarnya.


Camat Carita, Suntama membenarkan, mendapat laporan temuan KIS dari TKSK. Menurut dia, KIS dibuang oleh warganya saat bersih-bersih rumah dan tidak tahu bahwa di dalam bungkusan adalah KIS. “Ada warga kami yang sedang bersih-bersih rumah dan menemukan bungkusan.

Tanpa curiga bungkusan plastik putih yang memang sudah lama tergeletak di rumah itu dibuang ke tempat sampah. Beberapa hari kemudian ada yang menemukan bahwa bungkusan itu isinya KIS,” bebernya.


Menurutnya, ratusan keping KIS yang tercecer kemungkinan belum sempat dibagikan kepada masyarakat. Namun, temuan itu sudah dilaporkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, BPJS, dan polisi. "Hampir dua tahun KIS itu belum dibagikan kepada warga, sedangkan kartu itu sangat dibutuhkan.

Biasanya, ada laporan dari TKSK untuk dibagikan tapi prosesnya saat ini belum tahu. Kita sudah koordinasi dengan dinsos, tapi belum ada jawaban. Ke depan, dinsos harus mengawasi lebih ketat dalam pendistribusiannya, jangan sampai tercecer lagi," imbuhnya.


Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, masih melakukan penyelidikan penemuan KIS tersebut. "Penyelidikan ini sudah dari kemarin. Sudah ada beberapa orang yang kita mintai keterangan. Seorang ibu yang membuang bungkusan yang ternyata KIS juga sudah diamankan. Kami tengah mencari motif dibuangnya KIS. Yang jelas Ibu Amah tidak tahu bungkusan itu isinya KIS,” jelasnya seraya menyatakan ada 8 saksi yang diperiksa.


Kapolres menjelaskan, KIS yang tercecer merupakan produk BPJS Kesehatan sehingga Polres juga memanggil BPJS untuk megkroscek. Dari hasil pendataan, KIS yang tercecer yang belum dibagikan itu untuk warga tujuh desa dengan total sebanyak Desa Sukajadi 16 KK 58 keping, Tembong 54 KK 103 keping, Sukarame 35 KK 55 keping, Sukanegara 18 KK 50 keping, Cinoyong 15 KK 30 keping, Carita 103 KK 185 keping, dan Sindanglaut 87 KK 240 keping. "KIS ini masih aktif, hanya saja belum disalurkan kepada masyarakat," jelasnya.


Bupati Pandeglang Irna Narulita menyatakan sudah dapat informasi adanya KIS yang tercecer di tempat sampah. “Saya sudah dapat laporan. Semoga kasus ini bisa segera terungkap karena KIS adalah milik warga kami untuk keperluan berobat. Kami juga sudah perintahkan dinsos dan dinkes membantu Polres mengungkap temuan itu,” kata Bupati Irna.  (yanadi/muhaemin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook