Komunitas Gay Tumbuh Subur di Banten

nurul roudhoh   |   Gaya Hidup  |   Senin, 15 Oktober 2018 - 16:53:13 WIB   |  dibaca: 1158 kali
Komunitas Gay Tumbuh Subur di Banten

SERANG – Sejumlah komunitas lelaki suka lelaki (LSL) atau gay terpantau di Banten melalui media sosial (medsos). Setidaknya ada empat akun facebook dengan ribuan anggota, di mana tiga diantaranya masih aktif. Para pengikutnya terindikasi sebagai pria dewasa bahkan anak usia sekolah.


Panelusuran Banten Raya, keempat akun grup facebook itu terdiri atas nama Gay Tangerang, Teluknaga, Kosambi, Bandar aM1, Cikokol, Cimone, Tanah Tinggi. Grup ini memiliki pengikut sebanyak 7.326. Grup ini cukup aktif karena para anggotanya sering mengunggah komentar atau konten berbau aktivitas gay.


Selanjutnya ada akun dengan nama Gay Kota Cilegon dengan 740 pengikut. Sama seperti akun sebelumnya, grup ini masih aktif. Dinding akun grup hampir setiap hari diperbarui oleh postingan para anggotanya.


Ibukota Banten, Kota Serang pun tak ketinggalan, di facebook mereka mengatasnamakan diri sebagai Gay Kawasan Taman Serang yang memiliki 162 pengikuti. Meski demikian, aktivitas grup tak sesering dua grup sebelumnya. Postingan terakhir terpantau pada 26 September kemarin.


Kemudian ada grup Gay Pandeglang yang memiliki 164 pengikut. Akun ini sepertinya tak aktif lagi. Sebab, postingan terakhir dilakukan pada 28 Oktober 2017. Itu pun postingan dari admin grup.Meski memiliki jumlah anggota dan jeda aktivitas yang berbeda-beda namun keempat akun itu memiliki kesamaan. Kesamaan itu adalah para pengikutnya yang terindikasi sebagai pria dewasa hingga anak usia sekolah. Pasalnya, dari foto profil akun facebook beberapa pengikutnya mengenakan seragam sekolah SMA.


Sosiolog dari Untirta Suwaib Amiruddin mengatakan, menjamurnya komunitas gay di medsos bermula dari percakapan antar pemilik akun secara pribadi. Lantaran menemukan kesamaan, maka terciptalah sebuah grup medsos untuk mengakomodasi mereka yang merasa senasib.   “Pertama adalah dari segi aspek komunikasi, bahwa dia merasa nyaman dengan pergaulannya. Kedua, merasa menemukan sisi kehidupan, menurut dia bisa membawa dia lebih damai, lebih merasa didengar sehingga dia berkelompok seperti itu,” ujarnya, Minggu (14/10).


Menurut pemegang gelar doktor ilmu sosiologi dari Universitas Padjadjaran itu, prilaku LSL masuk kategori penyakit sosial dan sangat berbahaya. Sebab, itu adalah prilaku tak lazim yang dilakukan manusia.“Ini tidak lazim bagi kehidupan manusia. Bukan berarti dia itu tidak normal, sebenarnya normal, dia punya selera dan gaya hidup, cuma dari prilakunya saja yang mengalami penyimpangan. Ini jelas sangat berbahaya karena ini ada sebuah penyimpangan. Yang namanya penyimpangan itu pasti bawa penyakit, harus dihentikan,” katanya.


Harus dihentikannya prilaku gay, kata dia, karena pada dasarnya penyimpangan itu bisa menular. Sebab, kehidupan sosial manusia dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Jika di lingkungannya memiliki prilaku tertentu maka orang sekitarnya cenderung akan mengikutinya.“Komunikasi, merasa ada kenyamanan. Tiba-tiba merasa nyaman bergaul dengan dia (penyuka sesama jenis-red). Kemudian setiap hari yang diomongin tentang kepuasan sesama jenis. Jadi timbul rasa ada kenyamanan,” ungkapnya.


Suwaib menegaskan, meski terlanjur telah terjerumus menjadi LSL akan tetapi bukan hal tak mungkin mereka untuk disembuhkan. Di titik ini, keluarga adalah pihak yang memiliki peranan penting dalam prosesnya.  “Memang harus kembali ke keluarganya.

Karena yang bisa menyelesaikan bukan aparat keamanan, bukan orang luar tapi harus keluarganya. Lalu harus memberikan pendalaman tentang nilai religius, nilai agama. Jangan dikucilkan, harus diajak dan dikembalikan kepada keluarganya, dikembalikan ke fitrahnya,” tuturnya.


Sementara itu, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang Amas Tadjuddin mengatakan, lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) adalah sebuah penyimpangan. "LGBT adalah bentuk nyata suatu penyimpangan prilaku, perbuatan melawan hukum dan pelanggaran etika dan moral," ujarnya.


Selanjutnya, Amas yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten menegaskan, LGBT juga adalah prilaku merendahkan martabat kemanusiaan  pengikutnya. Hal tersebut adalah bagian dari penyakit yang harus dihindari."Orang tua menjadi gerbang utama bagi keluarga untuk menjaga anak-anaknya jangan sampai terjerumus dan terpapar penyakit gay," katanya.


Dia menghimbau, aparat kepolisian dan pemerintah daerah serta masyarakat agar mengambil langkah strategis. “Itu untuk mencegah meluasnya komunitas gay yang sudah terpantau muncul di beberapa tempat (khususnya) di Kota Serang,” pungkasnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook