Pengeroyok Polisi Terancam 7 Tahun Penjara

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:19:18 WIB   |  dibaca: 85 kali
Pengeroyok Polisi Terancam 7 Tahun Penjara

MERINGKUK : Kepala Kepolisian Resor (Polres) Serang AKBP Indra Gunawan memperlihatkan barang bukti saat gelar kasus pengeroyokan anggota polisi, di Mapolres Serang, Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Senin (15/10).

SERANG- Enam pelaku pengeroyokan anggota Polsek Cikande Bripka Tri Widianto di Wisma Carity, Kampung Julang, Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang terancam terjerat hukuman berat hingga ancaman 7 tahun penjara. Enam pelaku adalah Misbak, Mad Tohir, Hendrik, Mulyadi, Andri dan Abdul Munif.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, dari tujuh tersangka pengeroyokan yang telah ditetapkan, pihaknya baru berhasil menangkap enam orang. Satu pelaku berinisal KL masih dalam pengejaran kepolisian."Satu orang ini DPO (daftar pencarian orang)," katanya kepada Banten Raya, Senin (15/10).


Menurut Indra, ketujuh pelaku pengeroyokan yang juga tercatat sebagai anggota Laskar Pendekar Banten Bersatu (Lapbas) Banten akan diberikan sanksi yang cukup berat. Apalagi yang menjadi korban merupakan anggota kepolisian yang tengah bertugas."Ke tujuh tersangka akan dijerat dengan pasal 170 ayat 2 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kekerasan bersama-sama di tempat umum dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," ungkapnya.


Indra mengungkapkan, pelaku pengeroyokan saat itu terpengaruh minuman baralkohol. Usai melakukan pengeroyokan, pelaku melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap polisi di beberapa tempat terpisah."Sebelum melakukan penganiayaan di Wisma Carity, para tersangka lebih dulu makan-makan dan pesta minuma keras jenis anggur kolesom di Yamatogama atau di kawasan industri Cikande," ungkapnya.


Kasatreskrim Polres Serang AKP David Chandra Babega mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan jajarannya diketahui bahwa dari ketujuh tersangka terdapat satu orang tersangka yang memiliki catatan kriminal lainnya."Ada satu orang berinisial MS (Misbak) terlibat narkoba, pemerasan maupun tindak pidana lainnya," katanya.


David menambahkan, keenam tersangka diamankan di beberapa lokasi terpisah. Misbak, Mad Tohir, Hendrik dan Abdul Munif diamankan Kantor Lapbas Cipocok, Kota Serang. Kemudian, Andri di wilayah Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

Terakhir, Mulyadi ditangkap di wilayah Kota Cilegon."Adapun barang bukti yang kita amankan ada hardisk CCTV, bawahan kursi, kursi besi dan tempat sampah yang digunakan pelaku untuk memukul korban," ujarnya.


Diketahui, Bripka Tri Widianto babak belur dihajar sekelompok preman, Rabu (12/9) dini hari. Anggota Polsek Cikande itu dihujani pukulan lantaran berusaha melerai keributan di Wisma Carity, Kampung Malang, Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Pengeroyokan itu bermula dari kedatangan puluhan orang lelaki ke penginapan tersebut. Mereka memesan kamar untuk menginap. Saat resepsionis meminta pembayaran uang sewa lebih dahulu, puluhan lelaki itu justru meminta gratis dan terjadi keributan.
 
Keributan itu mengundang perhatian Tri Widianto. Anggota Lantas Polsek Cikande yang sedang beristirahat di penginapan itu mendatangi meja resepsionis dan berusaha melerai. Berbekal senjata tajam gerombolan preman malah memukuli korban. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook