Puluhan Guru Honor Ngadu ke Dewan

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:28:11 WIB   |  dibaca: 83 kali
Puluhan Guru Honor Ngadu ke Dewan

MENGADU : Perwakilan guru honor beraudensi di ruang Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Senin (15/10).

KAB TANGERANG - Puluhan guru honor Kabupaten Tangerang mendatangi gedung DPRD Kabupaten Tangerang di Jalan Somawinata, Kmplek Pemda, Kecamatan Tigaraksa, Senin (15/10). Mereka menyampaikan keluhannya kepada anggota DPRD karena selama ini nasibnya kurang mendapat perhatian dari pemerintah.


Salah seorang guru honor, Suryanah mengatakan, dirinya bersama puluhan guru honor mendatangi gedung DPRD untuk meyampaikan keluhan agar DPRD Kabupaten Tangerang juga memperhatikan nasib para guru yang ada di Kabupaten Tangerang.


"Kami para guru honor sudah lama mengabdi hingga saat ini belum ada kejelasan terkait pengangkatan sebagai guru PNS. Kedua, yang kami sampaikan adalah penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang hanya bisa digunakan sebanyak 15 persen saja untuk gaji para guru honor. Akibatnya, guru honor hanya mendaptakan upah Rp. 800 ribu perbulan,” kata Suryanah kepada Banten Raya di ruang Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang setelah audensi.


Untuk diketahui, kata Suryanah, para guru honor lebih full mengajar di sekolah. Untuk itu, pihaknya menyampaikan hal itu kepada anggota DPRD Kabupaten Tangerang. "Kami juga berharap nasib kami diperhatikan," ujarnya


Hal senada juga diungkapkan Dede Uron. Ia mengatakan, jumlah siswa di sekolah tempatnya mengajar mencapai ratusan sedangkan guru PNS hanya tiga orang saja. "Tenaga honor yang full, sama dengan guru PNS bahkan lebih. Coba bayangkan jika tidak ada guru honor dengan hanya tiga guru saja, apa jadinya? Sementara gaji dan tunjangan jauh dari kata cukup bagi guru honor," jelasnya.


Untuk itu, dirinya berharap DPRD Kabupaten Tangerang dan instansi terkait dapat memperhatikan tunjangan bagi guru honor sesuai upah minimum kabupaten (UMK) Kabupaten Tangerang. Selain itu, kata dia, adanya pengangkatan PNS bagi guru honor berdasarkan masa kerjanya. "Gaji di perusahaan saja sesuai UMK, tapi pemerintah daerah ndak bisa," pungkasnya.


Wakil Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Fahrudin mengatakan, para guru tersebut meminta adanya perhatian dari Pemerintah sebab para guru honor tersebut dibayar melalui BOS yang dinilai sedikit sesuai kebijakan pemerintah pusat mengenai batas penggunaan dana.


Menurut Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, pemerintah daerah melalui bupati harus membuat kebijakan seperti Peraturan Bupati (Perbup) sehingga bisa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang untuk menjadikan guru honor sebagai guru kontrak dan memberikan upah yang sesuai dengan UMK Kabupaten Tangerang. "Untuk pengangkatan guru kontrak sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah misalnya melalui Perbup. Dibuat mekanismenya, jadi yang sudah lama mengabdi dibuat kontrak dengan menggunakan APBD," jelasnya.


Tentunya, kata Fahrudin, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah untuk membuat kebijakan tersebut. Sehingga, kata dia, para guru honor terutama yang sudah lama mengabdi dapat diakomodir oleh Pemerintah Daerah. "Kebijakannya nanti ada di Bupati dan DPRD. Kalau bupati mau, kami juga tentunya akan mendorong membuat kebijakan tersebut," pungkasnya.


Ditemui terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang Tini Wartini mengatakan, hingga saat ini, Pemkab Tangerang sudah berupaya optimal untuk meningkatkan kesejahteraan guru honor. Khususnya, guru honor kategori dua (K2). Misalnya memberika  tunjangan daerah.

Namun Pemkab Tangerang tidak bisa mengakomodir keinginan guru honor yang ingin diangkat menjadi PNS karena kewenangan pengakatan tersebut berada di pemerintah pusat. “Untuk pengakatan honor menjadi PNS itu kewenagan pemerintah pusat bukan di Pemkab Tangerang. namun demikian, aspirasi para honor ini tetap kita akan sampaikan ke pemerintah pusat melalui Pemprov Banten,” singkatnya. (mg/imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook