Empat Petugas BNN Gadungan Peras Bule Jerman

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:30:07 WIB   |  dibaca: 69 kali
Empat Petugas BNN Gadungan Peras Bule Jerman

PALSU : Empat pelaku BNN gadungan saat press conference di halaman Mapolres Tangsel, Senin (15/10).

KOTA TANGSEL - Anggota Reskrim Polres Tangsel berhasil menangkap empat anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) gadungan yang telah melakukan pemerasan terhadap bule asal Jerman. Keempat pelaku berinisial MR, AY, TA, dan AE.


Dalam menjalankan aksinya, komplotan BNN gadungan tersebut dilengkapi surat tugas BNN palsu, Tanda Pengenal BNN Palsu, dan borgol.Selain memeras bule asal Jerman, mereka juga memeras pemilik toko kosmetik dan sembako.


Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan mengatakan, selain melakukan pemerasan terhadap warga negara Jerman hingga korban mengalami kerugian jutaan rupiah. Pihaknya juga mendapat dua laporan lainnya dari aksi pemerasan komplotan BNN gadungan tersebut. Pertama pada Jumat (20/4), dengan korban pemilik toko kosmetik di bilangan Pamulang, Tangsel.

Kedua, pada Kamis (11/10), pihaknya kembali menerima dua laporan sekaligus dengan korban pemilik toko sembako wilayah Pamulang, Tangsel. "Modus pelaku adalah berpura-pura menjadi petugas BNN yang sedang melakukan razia," ujar Ferdy kepada Banten Raya usai press conference di Halaman Polres Tangsel, Senin, (15/10).


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho menjelaskan, para pelaku memalak korbannya hingga puluhan juta rupiah dan aksi tersebut dilakukan selama enam bulan terakhir. “Jadi, kalau dikasih uang oleh korban komplotan anggota BNN gadungan tidak melakukan penggeledahan di tempat korban,” jelasnya.


Sementara, lanjut Alex untuk korban warga negara Jerman, pelaku diketahui sempat melakukan penganiayaan dengan memborgol tangan dan dimasukkankedalam mobil yang sudah disiapkan oleh komplotan tersebut. “Jadi korban saat memberikan uang di dalam mobil dengan pura-pura akan dibawa ke kantor BNN,” ujarnya.


Alex menambahkan berdasarkan keterangan pelaku, atribut BNN yang digunakan oleh mereka untuk menjalankan aksinya dibeli dari sebuah toko di daerah Jakarta Pusat. Yang paling menarik ternyata, para pelaku ini merupakan residivis kasus Narkoba yang pernah ditangani oleh kepolisian wilayah hukum Jakarta Pusat. “Hasil pemerasan digunakan pelaku untuk kepentingan pribadi karena para pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap,” pungkasnya.


Kepala Seksi BNN Tangsel, Kompol MP Sidabutar mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati, dan jangan mudah percaya jika ada oknum yang mengaku sebagai petugas. Artinya, lebih teliti lagi seperti, menanyakan maksud dan dari kesatuan mana.

Bila tidak memiliki kesalahan, masyarakat tidak perlu khwatir. “Perlu diketahui, BNN tidak memiliki kewenangan untuk menggeledah. Kami punya kewenangan terbatas. Kami khusus menangani Narkoba, bukan obat-obatan,” singkatnya. (mg/imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook