Reruntuhan Surosowan Lama Ditemukan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:45:49 WIB   |  dibaca: 269 kali
Reruntuhan Surosowan Lama Ditemukan

STUKTUR BARU : Struktur bangunan Banten Lama ditemukan di kawasan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, kemarin. Untuk sementara revitalisasi di titik ini dihentikan.

SERANG – Struktur bangunan yang diduga masih merupakan bagian bangunan Benteng Surosowan ditemukan selama revitalisasi Kawasan Banten Lama. Struktur bangunan itu berada di sebelah utara Surosowan.


Ketua Pokja Perlindungan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten Juliadi mengatakan bahwa dalam waktu yang tidak begitu lama dalam proses revitalisasi di Banten Lama menemukan struktur lama Benteng Surosowan. Struktur itu ditemukan di bagian utara Surosowan.

Agar pembangunan revitalisasi Banten Lama tidak merusak struktur itu, maka di area tersebut pengerukan dan pembangunan tidak boleh dilakukan terlebih dahulu.“Kita minta setop yang itu jangan diganggu. Itu bagian dari Surosowan,” kata Juliadi, Senin (15/10).


Juliadi mengatakan bahwa Benteng Surosowan pernah beberapa kali rusak bagiannya akibat perang dan dibangun kembali. Meski demikian ia mengaku sampai saat ini belum mengetahui struktur itu masuk pada priode yang mana. Yang jelas, bila melihat dari struktur itu, dipastikan umurnya jauh lebih lama. Struktur ini baru ditemukan karena sebelumnya di atas lokasi tersebut ada pedagang kaki lima sehingga luput dari perhatian.


Juliadi mengungkapkan bahwa di antara Surosowan dan Museum Banten Lama ditemukan juga batu persegi dengan lubang di bagian tengah yang saat ini diperkirakan atau diasumsikan sebagai tambatan perahu. Namun itu baru asumsi. Belum pada kesimpulan akhir. Perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan apa sebenarnya batu persegi itu.“Yang pasti itu lama,” katanya.


Untuk menjaga agar temuan-temuan baru itu tidak rusak, maka ia sudah membuat garis sebagai batasan  agar pembangunan tidak mengarah ke sana. Ia juga sudah meminta agar area di sisi dalam yang saat ini sudah dipagar agar tidak diapa-apakan. Terkait beberapa lokasi yang digali dan saat ini dicor, Juliadi mengatakan lokasi-lokasi itu sudah dipantau dan tidak ada temuan di dalamnya sehingga galian struktur tidak mengenai benda peninggalan.


“Rencananya kita akan memperlihatkan struktur itu agar jelas mana struktur lama dan mana yang baru,” ujarnya seraya menambahkan untuk bisa melakukannya perlu dianggarkan terlebih dahulu anggarannya karena temuan ini bersifat dadakan.


Juliadi mengatakan bahwa selain struktur dan batu persegi ditemukan juga batu yang diduga merupakan arca Nandi. Dugaan bahwa itu adalah arca Nandi karena terlihat dengan jelas ada lekukan kaki di batu tersebut. Juga ada realif berbentuk daun atau bunga di bagian bahwa. Hanya saja arca itu sudah rusak sehingga bagian atas dan bawahnya sudah tidak ada. “Itu sudah bukan aslinya. Sudah tidak utuh,” katanya.


Arca Nandi merupakan produk masayarakat Nusantara pada masa Hindu-Budha sebelum Islam masuk Nusantara. Bila melihat adanya kerajaan Hindu-Budha di Kerajaan Banten Girang, ada kemungkinan juga darerah Banten Lama menjadi bagian dari kerajaan tersebut. Yang membedakan arca Nandi itu dengan arca Nandi yang rada untuh di Museum Banten Lama adalah arca itu dibuat menggunakan bebatuan dari sedimen bukan batu andesit.“Yang pasti kita amankan (arca tersebut-red). Kala ada yang mau meneliti silakan,” ujarnya. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook