Soal Penanganan LGBT, Pemda Diminta Turun Tangan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:48:19 WIB   |  dibaca: 260 kali
 Soal Penanganan LGBT, Pemda Diminta Turun Tangan

SERANG - Terdeteksinya sejumlah akun grup media sosal (medsos) komunitas lelaki suka lelaku (LSL) atau gay di Banten memantik reaksi sejumlah pihak. Mereka sepakat mendesak pemerintah untuk turun tangan menyelesaikan dan mencegah keberadaan gay. Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten M Uut Lutfi mengatakan, maraknya pengikut di medsos terkait komunitas gay sangat membahayakan.

Apabila hal ini dibiarkan maka seolah-olah menjadi alasan pembenaran kelainan seksual mereka. Oleh karena itu semua pihak termasuk pemerintah harus turun tangan.“Pemerintah termasuk pemerintah daerah perlu memperketat pengawasan dan memberikan sanksi yang tegas dengan regulasi yang ada,” ujarnya melalui aplikasi whatsapp messenger, Senin (15/10).


Ia menuturkan, salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam memutus aktivitas gay adalah dengan memblokir akun grup gay sebagai wadah komunikasi mereka. Selain itu pemerintah diharapkan tidak memfasilitasi semua aktivitas yang menjurus pada perbuatan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).


“Termasuk kepada pemerintah untuk memblokir akun medsos yang berbau aktivitas LGBT. Tidak memberikan izin kepada komunitas LGBT untuk mengadakan kontes. Memberikan sanksi kepada penyedia tempat dan sponsor yang mendukung gerakan LGBT. Selain itu perlu memberikan teguran dan pemanggilan kepada publik figur termasuk stasiun televisi yang mempertontonkan gaya LGBT,” katanya.


Blokade terhadap aktivitas berbau LGBT, kata dia, harus dilakukan karena sejatinya itu adalah perbuatan yang menyimpang. Aktivitas menyimpang yang dipertontonkan sangat potensial memengaruhi pola pikir anak.“Akan memicu kekeliruan cara pandang anak terkait orientasi seksual. Dengan banyaknya member yang menyuguhkan komunitas gay secara luas, maka berdampak secara signifikan dan masif pada pembentukan orientasi seksual anak yang menyimpang,” ungkapnya.


Selain pemerintah, pihak lainnya juga harus ikut melakukan pencegahan. Pertama adalah peran orang tua dalam pola asuh. Menurutnya, peran orang tua sangat penting terutama memberikan pemahaman tentang ajaran agama, pendidikan seks sejak dini, pendidikan kesehatan reproduksi. Orang tua juga sangat krusial dalam melakukan kontrol terhadap penggunaan telepon pintar anak-anaknya.


Kedua adalah peran sekolah dalam mengedukasi siswanya terkait kesehatan reproduksi, pendidikan seks dan pengarusutamaan gender dalam kurikulum. Kemudian mendorong peran guru sebagai tempat sharing atau tukar pikiran anak anak yang nyaman dan memberikan solusi terkait tumbuh kembang anak dalam hal seksualitas.

“Ketiga tentunya peran dari masyarakat. Itu  sangat dibutuhkan dalam menjaga lingkungan yang ramah anak, menyapa dan memberikan perhatian terhadap anak di sekitar tempat tinggal yang terindikasi pergaulan yang menyimpang. Selain itu perlu juga mengawasi warnet (warung internet) dan mendorong adanya warnet sehat,” tuturnya.


Senada diungkapkan Pimpinan Forum Persatuan Umat Islam Banten Zainal Arifin. Pemerintah memiliki seluruh sumber daya untuk menyelesaikan masalah LGBT. Dengan sumber itu, pemerintah mudah untuk mendeteksi mereka.


“Peran pemerintah daerah seperti provinsi dan kota, mereka kan sebenarnya yang paling berkuasa, yang paling mungkin untuk melakukan pencegahan terhadap LGBT. Anggaran ada, SDM ada dan lain-lain,” ujarnya.


Dia menilai, LGBT adalah permasalahan serius sehingga semua celah penyebarannya harus ditutup. Zainal menekankan peranan orang tua sebagai pendidik pertama kepada anak-anaknya. Mampu mengawasi lingkungan anak paling sering dibanding pihak lainnya.


“Semua potensi dan peluang bisa menyebabkan mereka terjerumus pada LGBT. Semua pencegahan harus kita kerahkan, baik dari lingkungan keluarga sosial dan lain-lain. Kita yang mayoritas Islam, kasih lah pendidikan yang islami,” imbuhnya. Zainal mengimbau, agar masyarakat tidka terjerumus pada LGBT.

Sebab, secara kajian agama, hal itu sangat dilarang. “Itu ditinjau dari syariat Islam sudah jelas status hukumnya haram, bahwa gay biseksual dan lain-lain itu cenderung menimbulkan bencana. Karena Allah SWT membenci perbuatan seperti itu, bukan tidak mungkin kejadian-kejadian yang kita alami beberapa hari yang lalu, seperti gempa tsunami dan lain-lain adalah peringatan keras dari Allah SWT,” pungkasnya.


Hal senada diungkapkan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Serang. Mereka meminta pemerintah segera merumuskan penanganan LGBT sebagai sebuah gerakan jahat dan segera menggulirkannya. Apalagi saat ini promosi penyebaran LGBT semakin massif.

Ketua ICMI Kota Serang Agus Munandar mengatakan bahwa fenomena ini sudah sangat meresahkan sehingga ia meminta pemerintah membuat program nyata mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi mereka yang menjadi LGBT. Penanganan kelompok LGBT harus dilakukan dari berbagai perspektif, terutama religi, kesehatan, dan sosial. “Kepada kelompok pegiat dan penyelenggara LGBT, ICMI Kota Serang mengecam tindakan promosi dan gerakan fenomena LGBT,” kata Agus, Senin (15/10).


Meski demikian, kata Agus, ICMI Kota Serang juga mengajak masyarakat tidak berbuat semena-mena kepada pengidap LGBT. Sebaiknya, masyarakat harus tetap berkomunikasi baik dan memberikan dukungan moral agar mereka sadar dan meninggalkan perilaku tersebut. “Jika ada anggota keluarga yang terindikasi mengidap LGBT maka segera lakukan penanganan komprehensif, memperhatikan, dan senantiasa mengingatkan,” ujarnya.


Agus mengungkapkan bahwa perilaku LBGT termasuk salah satu penyakit kejiwaan yang sangat menyimpang dari ajaran agama apa pun. Faktor pergaulan cukup berperan dalam mempengaruhi karakter dan sifat seseorang sehingga menjadi bagian dari kelompok ini. “Sudah selayaknya memiliki teman yang berperilaku baik. Ketika seseorang berteman dengan orang yang termasuk LGBT, ada kecenderungan dia akan ikut menjadi anggota LGBT,” ujarnya.


Agus menyatakan bahwa peranan keluarga sangat penting agar anak tidak menjadi LGBT. Kehangatan dan keharmonisan keluarga akan mendorong anak untuk tumbuh normal dan wajar. Selain itu, jika kedua orang tua yang memberikan pendidikan agama dan moral yang baik akan membentengi anak tidak memiliki perilaku menyimpang sehingga menjadi LGBT.

“Pengetahuan serta pemahaman agama yang masih sangat minim juga bisa menjadikan seseorang menjadi LGBT. Karena itu, agama atau keimanan adalah benteng paling efektif dalam mengendalikan hawa nafsu serta dapat mendidik kita untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,” ujarnya.


Agus mengungkapkan bahwa melihat semakin maraknya LGBT di Indonesia, ICMI Kota Serang merasa sangat prihatin. Menurutnya perilaku LGBT tidak hanya sangat bertentangan dengan ajaran Islam, melainkan juga bertentangan dengan norma, budaya, dan tidak sesuai dengan harkat martabat kemanusiaan. “Melihat hal tersebut maka ICMI Kota serang meminta pemerintah agar memiliki peran nyata menangani fenomena ini dan merumuskan penanganan persoalan LGBT,” katanya.


Terkait promosi propaganda LGBT yang marak, terutama yang menyasar anak dan remaja, pemerintah punya kewajiban memaksa dan menggunakan pranata hukum agar promosi dan propaganda LGBT tidak terjadi dan menyebar luas di Indonesia.


Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah komunitas gay terpantau di Banten melalui medsos. Setidaknya ada empat akun facebook dengan ribuan anggota, di mana tiga diantaranya masih aktif. Para pengikutnya terindikasi sebagai pria dewasa bahkan anak usia sekolah.


Panelusuran Banten Raya, keempat akun grup facebook itu terdiri atas nama Gay Tangerang, Teluknaga, Kosambi, BandaraM1, Cikokol, Cimone, Tanah Tinggi. Grup ini memiliki pengikut sebanyak 7.326. Grup ini cukup aktif karena para anggotanya sering mengunggah komentar atau konten berbau aktivitas gay.


Selanjutnya ada akun dengan nama Gay Kota Cilegon dengan 740 pengikut. Sama seperti akun sebelumnya, grup ini masih aktif. Dinding akun grup hampir setiap hari diperbarui oleh postingan para anggotanya.


Ibukota Banten, Kota Serang pun tak ketinggalan, di facebook mereka mengatasnamakan diri sebagai Gay Kawasan Taman Serang yang memiliki 162 pengikuti. Meski demikian, aktivitas grup tak sesering dua grup sebelumnya. Postingan terakhir terpantau pada 26 September kemarin.


Kemudian ada grup Gay Pandeglang yang memiliki 164 pengikut. Akun ini sepertinya tak aktif lagi. Sebab, postingan terakhir dilakukan pada 28 Oktober 2017. Itu pun postingan dari admin grup.Meski memiliki jumlah anggota dan jeda aktivitas yang berbeda-beda namun keempat akun itu memiliki kesamaan. Kesamaan itu adalah para pengikutnya yang terindikasi sebagai pria dewasa hingga anak usia sekolah. Pasalnya, dari foto profil akun facebook beberapa pengikutnya mengenakan seragam sekolah SMA. (dewa)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook