Distan Kembangkan Rumah Bibit

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 25 Oktober 2018 - 11:53:35 WIB   |  dibaca: 176 kali
Distan Kembangkan Rumah Bibit

MEMANTAU : Kepala Distan Banten Agus M Tauchid (kanan) memantau rumah bibit di kawasan Sitandu, belum lama ini.

SERANG- Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mengembangkan rumah bibit holtikultura untuk jenis bawang putih dan daun bawang di kawasan sistem pertanian terpadu (Sitandu), Kecamatan Curug, Kota Serang. Pengembangan dilakukan untuk merangsang produksi komoditas lainnya.''Saat ini kita coba mengembangkan bibit bawang daun dan bawang putih. Kita ingin uji coba penanaman bawang putih di daerah seperti di Banten ini," ujar Kepala Distan Banten Agus M Tauchid, kemarin.


Ia menjelaskan, rumah bibit yang dikembangkan di kawasan Sitandu berjumlah tiga titik dengan luas masing-masing 200 meter persegi. Pengembangan dimaksudkan agar bisa memproduksi bibit yang berkualitas untuk pengembangan tanaman holtikultura di Banten.''Nanti kedepannya akan dikembangkan untuk bibit tanaman pangan, perkebunan dan juga peternakan," katanya.


Selain sebagai lokasi rumah bibit, kata dia, kawasan Sitandu yang memiliki luas 20 hektate akan dijadikan sebagai pusat unggulan riset atau center of excellence. Dengan adanya pusat riset, dia meyakini akan bisa juga memberikan fungsi ekonomi.

Sebab, centre of excellence bisa  dikembangkan kepada pariwisata agro dan edukatif atau pendidikan. “Sekaligus bisa dikembangkan sebagai pusat penelitian dan pengembangan, serta bisa menjadi destinasi wisata agro, dan pusat edukasi bagi masyarakat. Apalagi saat ini Pemprov Banten berencana mendirikan BUMD Agrobisnis," ungkapnya.


Berkaitan dengan hal itu, Distan juga telah memulai beberapa percobaan atau riset. Distan dibantu sejumlah pemangku kepentingan lainnya sedang mengembangkan penanaman tumbuhan yang kurang cocok dengan kondisi geografis di Banten.
 
"Kami sedang mencoba pengembangan tanaman yang sebenarnya tidak cocok di tanah tersebut, tapi akan kami coba hasilnya seperti apa. Ini diharapkan akan sukses dan dapat membuktikan bahwa kultur tanah di sini (Banten) dapat ditanam tumbuhan itu, dengan hasil maksimal dan produksinya juga memuaskan," tuturnya.


Wakil Ketua DPRD Banten Muflikhah mengatakan, Banten memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Oleh karena itu diperlukan sebuah terobosan agar potensi-potensi itu bisa dimanfaatkan secara optimal.“Tapi itu tidak semudah hanya omongan atau pun jargon. Intinya dari hulu ke hilir sehingga petani juga bisa mendapatkan manfaatnya,” ujarnya.


Selain itu politikus PPP itu mendukungnya adanya revisi rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) untuk mengakomodasi pembentukan BUMD Agrobisnis. Sebab, salah satu syarat pembentukan BUMD, harus tertuang secara gamblang di dokumen perencanaan tersebut.

"Itu langkah tepat. Sebelum membentuk BUMD harus ada regulasinya dan acuan regulasi tertinggi dalam kebijakan pemerintah. Salah satunya adalah RPJMD. Sebelum adanya pergub (peraturan gubernur), perda (peraturan daerah) dan regulasi lainnya, harus dituangkan dulu dalam RPJMD,” pungkasnya. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook