Kearifan Lokal Tangkal Bencana Sosial

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 25 Oktober 2018 - 11:55:43 WIB   |  dibaca: 703 kali
Kearifan Lokal Tangkal Bencana Sosial

ATRAKSI : Pesilat dari Pedepokan Romal di kelurahan Sayar menampilkan antraksi saat perwakilan Kemensos berkunjung ke padepokan tersebut, Selasa (23/10).

SERANG- Kearifan lokal diyakini dapat menangkal terjadinya bencana sosial di masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan penguatan kearifan lokal sehingga bencana sosial dapat dicegah.Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana pada Dinas Sosial Kota Serang Tatang Sutrisno mengatakan bahwa untuk memperkuat kearifan lokal, Kementerian Sosial (Kemensos) RI memberikan bantuan kepada kelompok yang konsisten menjaga kearifan lokal.

Salah satunya adalah padepokan atau peguron pencak silat. Tahun ini terdapat dua padepokan pencak silat di Kota Serang yang mendapatkan bantuan, yaitu Padepokan Pencak Silat Romal di Sayar, Kecamatan Taktakan, dan Padepokan Pencak Silat Aji Giri di Cikepuh, Kecamatan Serang.

“Bantuan diberikan dalam bentuk uang Rp 50 juta untuk setiap peguron,” ujar Tatang saat menemani perwakilan dari Kemensos RI yang berkunjung ke Padepokan Pencak Silat Romal di Taktakan, Selasa (23/10).

Tatang mengatakan bahwa awalnya Dinas Sosial Kota Serang mengusulkan bantuan program kearifan lokal ke Kemensos RI. Akhirnya tahun ini Kota Serang mendapatkan bantuan 2 program. Tahun sebelumnya ada 6 program bantuan untuk Kota Serang.


Bantuan sebesar Rp 50 juta dibelanjakan keperluan padepokan, sesuai dengan usulan rencana anggaran biaya yang tertera dalam proposal. Kebutuhan yang biasa diperlukan adalah peralatan pendukung seni budaya seperti kendang, seragam, sound system, dan lainnya.

Kepala Seksi SDM pada Kemensos RI Sugeng Sidik mengatakan bahwa Provinsi Banten memiliki kearifan lokal yang menonjol. Karena itu menjadi salah satu daerah yang mendapatkan bantuan kearifan lokal ini.

Bantuan yang diberikan dipergunakan sesuai dengan kebutuhan. Mengenai kebutuhan yang dibutuhkan, hal ini hanya paguyuban sendiri yang mengetahui kebutuhan yang diperlukan.“Uang Rp 50 juta itu sebenarnya minim sekali, cuma bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok,” katanya.

Tujuan bantuan ini adalah untuk menggali budaya leluhur yang dimiliki, sehingga mampu menggairahkan kerukunan warga. Apalagi saat ini keharmonisan masyarakat dinilai semakin berkurang. Di tengah kemajuan zaman, harus diimbangi dengan kerarifan lokal sebagai benteng pertahanan. “Insya Allah dengan bantuan ini akan mampu merukunkan generasii muda,” kata Sugeng.


Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) pada Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Tajul Arifin mengatakan bahwa kunjungan perwakilan Kemensos RI adalah sebagai monitoring dan melihat sendiri kegiatan yang dilakukan padepokan yang mendapatkan bantuan.

Selain Kota Serang, kabupaten/kota lain di Banten juga mendapatkan bantuan, dua di antaranya Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Lembaga yang mendapatkan bantuan pun tidak sebatas peguron pencak silat, melainkan juga kelompok kasidah, kerajinan, dan lainnya. “Intinya yang mengembangkan seni budaya lokal,” katanya.

Bantuan ini juga diharapkan dapat melestarikan yang seni dan budaya yang hampir punah agar tetap lestari. Ia berharap ke depan generasi muda dapat lebih mengenal, mencintai, dan meletarikan kebudayaan daerah yang ada di daerah mereka. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook