Hadapi Era Industri 4.0, Pendidik Diminta Terapkan 4C

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Kamis, 25 Oktober 2018 - 12:02:37 WIB   |  dibaca: 688 kali
Hadapi Era Industri 4.0, Pendidik Diminta Terapkan 4C

DISKUSI : Suasana diskusi Temu Kolegial Teknologi Pendidikan IV dan Kongres APS-TPI di Hotel Le Semar Kota Serang, Rabu (24/10).

SERANG - Ketua Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Luluk Asmawati memaparkan, konsep 4C yang dimaksud critical thinking adalah pada era media sosial (medsos) ini harus berpikir kritis.


“Collaboration artinya bahwa kita tidak bisa bekerja sendiri, semua serab berkolaborasi. Creativity, jadi kita ditutut untuk berkreativitas. Contohnya, kalau dahulu jika ingin membeli makanan harus datang langsung ke tokonya, sekarang ini dengan kreativitas sudah disediakan banyak aplikasi untuk membeli makanan secara online,” kata ketua panitia Temu Kolegial Teknologi Pendidikan IV dan Kongres APS-TPI di Hotel Le Semar Kota Serang, Rabu (24/10).


Lanjutnya, C yang ke empat adalah communication skill. Bahwa skill dalam berkomunikasi ini sangat penting sekali, terlebih pada era medsos hari ini.  “Kita mengenal Undang-undang ITE (informasi transaksi eletronik), pada regulasi tersebut sudah jelas mana saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan, dengan proses komunikasi ini kita bisa juga mengingatkan kepada anak didik untuk lebih bijak menggunakan medsos,” sambung Luluk.


Selain konsep 4C, ia juga menjelaskan bahwa internet sebagai jaringan informasi dan komunikasi global yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pendidik untuk mendesain dan mengembangkan konten-konten pembelajaran di semua jenjang pendidikan.“Adanya internet telah memunculkan paradigma baru dalam pembelajaran yaitu konektivitas. Berdasarkan kondisi ini, maka tema temu kolegial Adalah Innovative Learning in Digital Era, Building 21 St Century Generation,” paparnya.


Ia menjelaskan, kegiatan ini sekaligus dalam rangka dies natalis ke-37 Untirta. Juga dalam rangka sinergi dari civitas akademika Pascasarjana Untirta dan Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APS-TPI) yang diselenggarakan dari Selasa-Jumat (23-26/10).


“Pada Selasa (23/10) dan Jumat (26/10) diisi dengan kegiatan visiting professor dan visiting lecture, yang dihadiri oleh 5 guru besar dan 17 dosen bergelar doktor, 109 mahasiswa Program Studi Magister Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Untirta. Sementara pada Rabu (24/10) agenda temu kolegial dan kongres APS-TPI dihadiri delegasi dari 17 PTN dan 9 PTS. Pada Kamis (25/10) dijadwalkan seminar nasional,” ungkapnya.


Salah satu narasumber Purwanto mengungkapkan, ada prediksi tentang generasi (gen) alfa. Dimana gen alfa ini adalah anak yang lahir sejak tahun 2010, dan orangtuanya lahiran tahun 1990 yang saat ini disebut anak milenial yang sudah mengenal internet.


“Bahwa gen alfa ini metode pembelajarannya berbeda, ia belajar bisa dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja dan dengan apapun. Gen alfa harus diberikan cara belajar yang fleksibel, dikarenakan cara belajar bersifat personal,” jelasnya. (basyar)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook