Peredaran Rokok Ilegal Diungkap

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 25 Oktober 2018 - 12:08:39 WIB   |  dibaca: 418 kali
Peredaran Rokok Ilegal Diungkap

EKSPOS : Kantor Bea Dan Cukai Tangerang Aris Sudarminto (kedua dari kiri), dan Kepala Kejaksaan Tangerang Selatan Bima Suprayoga (kedua dari kanan) saat press relase di Kejaksaan Tangsel, Rabu (24/10)

KOTA TANGSEL - Bea dan Cukai Tangerang berhasil menggagalkan peredaran rokok ilegal di wilayah Tangerang Selatan. Satu orang tersangka atas nama Harwono, diamankan petugas berikut barang bukti sebanyak 208.800 batang rokok dari tiga merk siap edar menggunakan pita cukai palsu dengan nilai kerugian Rp 80 juta.


Pengungkapan ini berawal pada tanggal 27 Agustus 2018 lalu saat petugas melakukan patroli darat di Jalan Jati Jelupang Serpong sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas Bea dan Cukai menemukan mobil jenis minibus yang mengangkut 52 bal dan 5 slop atau sebanyak 208.800 batang rokok ilegal dengan merk dagang Gudang Ganam Suriya 36 Hitam dan Putih serta merk dagang Rolling. Rokok tersebut akan dijual kembali secara eceran ke warung dagang di wilayah Tangerang Selatan.

Petugas pun langsung mengamankan kendaraan berikut barang-barang yang dibawa serta Harwono selaku pemiliknya untuk dilakukan pemeriksaan. "Tindakan peredaran rokok ilegal tersebut motifnya mencari keuntungan," ungkap Kepala Kantor Bea Dan Cukai Tangerang, Aris Sudarminto saat press konference di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan, Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Rabu (24/10).


Berdasarkan proses penelitian oleh Petugas Bea dan Cukai, dapat diduga bahwa yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana di bidang cukai, yaitu menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya.


Atas kasus tersebut, pelaku Harwono melanggar ketentuan di bidang cukai sesuai Pasal 54 dan/atau Pasal 56 Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, dan diancam hukuman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.


Dugaan kasus itu kini dilakukan proses penyidikan oleh PPNS Bea Cukai Tangerang dengan menerbitkan Surat Perintah Tugas Penyidikan (SPTP). Pihaknya juga menyampaikan Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (PDP) ke Kejari Tangerang Selatan, karena kasusnya terjadi di wilayah Tangsel.


Dalam proses penyidikan, ditemukan bahwa seluruh merk dagang rokok yang disediakan tersangka untuk dijual tidak terdaftar di aplikasi cukai DJBC serta kertas yang terdapat pada kemasan merupakan pita cukai palsu atau bukan pita cukai yang diwajibkan. Hal tersebut berdampak pada penerimaan Negara di sektor cukai yang menjadi tidak terpenuhi dan adanya potensi kerugian Negara.


Rokok ilegal tersebut bersumber dari seorang pria berinisial D yang berdomisili di Kota Bogor. "Sampai saat ini masih dalam pencarian oleh Bea Cukai Bogor untuk diusut dan dimintai keterangan lebih lanjut," ujarnya.


Bea Cukai terus mengoptimalkan pengawasan terhadap Barang Kena Cukai tersebut, disamping pelayanan di bidang cukai, juga target penerimaan cukai.Terhadap kasus peredaran rokok ilegal yang terjadi di wilayah pengawasan Bea Cukai Tangerang mengakibatkan potensi kerugian Negara sebesar kurang lebih Rp 80 juta.


Kepala Kejari Tangerang Selatan, Bima Suprayoga mengatakan, status berkas perkara saat ini telah dinyatakan lengkap berdasarkan Surat Nomor B-2004/O.6.16/Fd.2/10/2018 tanggal 17 Oktober 2018. "Tersangka Harwono dan barang bukti sudah diserahkan oleh DJBC kepada kejari untuk mengikuti proses hukum lebih lanjut," kata Bima.


Kasus ini diharapkan menjadi perhatian bagi masyarakat bahwa perbuatan mengedarkan rokok ilegal juga dapat mengakibatkan risiko hukum sebagaimana diatur dalam undang-undang cukai. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook