Perusahaan Tidak Ijinkan Bentuk UPZ

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 25 Oktober 2018 - 12:38:46 WIB   |  dibaca: 323 kali
Perusahaan Tidak Ijinkan Bentuk UPZ

SIAP HADAPI TANTANGAN : Bupati Serang Rt Tatu Chasanah memotong nasi tumpeng pada acara Milad ke-18 Baznas Kabupaten Serang yang diglar di Hotel Wisata Baru, Kota Serang, Rabu (24/10).

SERANG – Penerimaan zakat infak dan sadaqah (ZIS) yang masuk ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang masih didominasi dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Serang. Sedangkan penerimaan ZIS dari pihak swasta terutama industri belum berjalan dengan baik, bahkan ada perusahaan yang terang-terangan tidak mengijinkan saat akan dibentuk unit pengumpul zakat (UPZ).


“Di tahun 2018 ini, ketua Baznas (Wardi Muslich-red) menyampaikan ke saya untuk meningkatkan target penerimaan ZIS menjadi Rp12,8 miliar, dengan asumsi pihak industri bisa masuk. Tapi ternyata sampai saat ini UPZ di industri belum berjalan,” kata Bupati Serang Rt Tatu Chasanah, usai menghadiri Milad Baznas ke-18, di hotel Wisata Baru, Kota Serang, Rabu (24/10).

Ia berharap, dengan revisi peraturan daerah (perda) Baznas yang saat ini mulai dibahas bisa menjadi payung hukum sebagai penguat untuk pembuatan UPZ di industri-industri. “Perusahaan itu susah, bahkan saya yang langsung turun tangan sendiri tapi tetap susah. Buruh muslim yang jumlahnya sangat besar harus diajak untuk berbagi dengan masyarakat yang kurang beruntung,” ujarnya.

Pada Milad Baznas Kabupaten Serang yang ke-18 tersebut, Tatu menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus Baznas yang sudah membantu kegiatan Pemkab Serang, terutama dalam mengumpulkan ZIS. “Semoga melalui zakat ini masyarakat Kabupaten Serang yang mampu memiliki empati terhadap saudara-saudaranya yang kurang mampu semakin tinggi,” tuturnya.

Tatu mengaku tidak akan bosan-bosan meminta petugas UPZ di kecamatan-kecamatan untuk mengajak masyarakat agar saling berbagi. “Saya melihat program Baznas sangat bagus dan bisa membantu apa yang menjadi persoalan pemda, di bidang pendidikan memberikan beasiswa, memberikan bantuan kepada pesantren, guru ngaji, pemandi jenazah bahkan membantu program pemda yaitu rutilahu,” paparnya.

Ketua Baznas Kabupaten Serang Wardi Muslich mengungkapkan, dari sisi penerimaan ZIS ada kenaikan dibanding tahun lalu, tapi dari sisi target masih jauh, yaitu baru Rp8,6 miliar dari target Rp12,8 miliar. “Target kita naikan dengan harapan perusahaan-perusahaan sudah bisa berjalan, terus dari UPZ ada yang tidak masuk, bahkan ada yang kosong sama sekali seperti dari UPTD pendidikan,” kata Wardi.

Ia menuturkan, dari jumlah perusahaan yang mencapai 300 lebih di Kabupaten Serang yang sudah menyerahkan ZIS baru empat perusahaan yakni PT Nippon, PT Indah Kiat Pulp and Paper, PT Nikomas Gemilang, dan satu perusahaan yang tidak disebutkan. “Perusahaan masih susah, waktu saya datang ke PT DyStar Colours Indonesia untuk buat UPZ, tidak diijinkan oleh bosnya yang di luar negeri, terus saya minta dibuat UPZ DKM tapi belum ada respons,” ujarnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook