Sajikan Makanan Ringan, Tas Rajut, Hingga Pernak-Pernik

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 26 Oktober 2018 - 11:38:55 WIB   |  dibaca: 202 kali
Sajikan Makanan Ringan, Tas Rajut, Hingga Pernak-Pernik

DIMINATI MASYARAKAT : Suasana bazar produk Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) Ramanuju Tegal RW 11 (Rante 11), Kelurahan CItangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Kamis (25/10).

CILEGON - Sudah bukan rahasia umum, berbagai jenis sampah plastik saat ini dimanfaatkan warga untuk dijadikan kerajinan, seperti tikar, bunga plastik dan lainnya. Hal itu juga dilakukan oleh Forum Perempuan Rante 11 atau Ramanuju Tegal, Kelurahan Citangkil, Kamis (25/10).

Bertempat di halaman Masjid Al-Ikhlas, RT 1/11, Lingkungan Ramanuju Tegal, makanan seperti kue, keripik, dan makanan ringan lainnya ditawarkan oleh ibu-ibu. Selain makanan, berbagai produk kerajinan dari plastik bekas juga dijual, seperti tas rajut, dan pernak-pernik gantungan kunci.


Mereka mengikuti acara Bazar yang digelar Forum Perempuan Rante 11.Ada sekitar 30 pedagang yang mengikuti bazar tersebut.Berbagai produk yang ditawarkan cukup menarik.
Bazar yang berlangsung dari pagi sekitar pukul 08.00 WIB sampai siang cukup ramai, karena berbagai produk yang dijual juga harga sangat murah.


Bazar produk UMKM Rante 11 tersebut menggandeng Bank Perkreditan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS-CM), Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Krakatau Steel (KS), Rumah Zakat (RZ) Cilegon, dan Koperasi 212 Mart.


Pembina Produk UMKM Rante 11, Nurrotul Uyun mengatakan, warga RW 11 Kelurahan Citangkil saat ini sudah banyak yang menggeluti usaha kecil. Pihaknya saat ini memfasilitasi pemasaran produk UMKM Rante 11 dengan penyelenggaraan bazar.


“Dukungan juga cukup banyak, seperti dari RZ, PKBL KS, BPRS-CM, dan Koperasi 212 Mart. Ada yang sudah bersedia membantu peralatan, pemasaran melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), Koperasi 212 juga siap menampung produk UMKM Rante 11 untuk dijual di gerai 212 Mart,” kata Uyun, ditemui di lokasi bazar.

Uyun menjelaskan, selain pemasaran dengan metode bazar, para pelaku UMKM juga sudah banyak yang menjual produknya sampai ke luar daerah. Pemasaran juga dilakukan secara on line. “Penghasilan UMKM warga Ramanuju Tegal sampai jutaan rupiah per bulan,” kata Uyun yang juga sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon.

Ditambahkan Uyun, untuk produk olahan dari limbah seperti kotak tisu, bunga, dan gantungan kunci bahan bakunya berasal dari limbah. Warga Rante 11 juga memunyai bank sampah. “Jadi dari bank sampah itu ada barang yang bisa didaur ulang dijadikan jadi produk UMKM seperti gantungan kunci dan kotak tisu itu,” kata Uyun.

Manajer Rumah Zakat Cabang Cilegon Syaibani mengapresiasi kreativitas warga Rante 11. Bahkan, pihaknya juga mendorong agar produk-produk warga bisa dipatenkan merknya. Pihaknya juga akan membantu sedikit bantuan untuk pengembangan ekonomi masyarakat kecil.

“Ekonomi kreatif ini bisa kami dukung. Karena RZ tidak hanya mengurusi zakat saja. Kami berharap usaha ini terus berkembang, agar ekonomi di masyarakat tumbuh dan bisa meningkatkan penghasilan dan menyerap tenaga kerja,” harapnya.

Ketua Koperasi 212 Mart, Aang Burhanudin mengatakan, pihaknya juga siap membantu memasarkan produk UMKM Rante 11. Dukungan tersebut untuk menggerakan ekonomi kecil di masyarakat. Ia berharap, masyarakat juga bisa berbelanja kepada toko-toko yang dikenalnya. Hal tersebut demi membangun ekonomi dan ukuwah. “Ekonomi perlu dibangun dari bawah, kami berharap dukungan pemerintah terhadap usaha kecil,” jelasnya.  (AINUL GILLANG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook