Pencabul 13 Anak Terancam 15 Tahun Penjara

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 26 Oktober 2018 - 14:26:40 WIB   |  dibaca: 754 kali
Pencabul 13 Anak Terancam 15 Tahun Penjara

SERANG - Ali Jaya (35), terdakwa kasus pencabulan terhadap 13 anak di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon menjalani sidang perdana di pengadilan Negeri Serang, Kamis (25/10). Terdakwa dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara 15 tahun.


Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan yang dipimpin Hakim Ketua Erwantoni dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cilegon Wandi Batubara berlangsung secara tertutup karena terkait kasus kesusilaan dengan korban masih di bawah umur.


Dalam dakwaannya, JPU Kejari Cilegon Wandi Batubara mengatakan, kejadian pencabulan itu bermula ketika korban berinisial FA (7) dan teman-teman seumurannya bermain di rumah kontrakan yang terletak di Lingkungan Sumampir. Di sana terdakwa AJ membujuk korbannya dengan modus bermain dokter-dokteran.


"Terdakwa Ali Jaya mengajak korban dan teman-temannya untuk bermain dokter-dokteran, dengan berkata "FA mau ikutan main dokter-dokteran gak?” kemudian di jawab saksi FA "Mau, mau". Kemudian terdakwa berkata "Ya sudah hayu FA masuk duluan yang lain tunggu diluar ya, FA biar bapak periksa dulu", kemudian saksi FA pun langsung masuk kedalam kamar terdakwa," kata JPU kepada Majelis Hakim PN Serang.


Wandi menjelaskan, setelah masuk ke dalam kamar, Ali Jaya mengunci pintu kamar dan langsung membujuk korban membuka pakaiannya, namun ditolak. Karena menolak, pelaku memaksa korban untuk membuka pakaiannya.


"FA menolak permintaan terdakwa tersebut, kemudian tiba-tiba terdakwa dengan paksa langsung membuka celana saksi FA. Lalu saksi FA dipaksa untuk memposisikan badan menungging seperti orang bermain kuda-kudaan. Kemudian terdakwa menggesek-gesekan alat kelaminnya ke bokong korban hingga masuk ke dalam anus. Meski FA merasa kesakitan sampai menangis, terdakwa tetap melanjutkan perbuatannya sampai terdakwa mengeluarkan sperma," jelasnya.


Wandi melanjutkan, setelah pelaku melampiaskan hasrat seksualnya, korban diancam agar aksi bejatnya tersebut tidak diceritakan kepada orang lain. Setelah diancam, korban baru dipersilakan meninggalkan kamar."Sebelum saksi FA pergi meninggalkan kamar terdakwa mengancam dengan berkata “jangan bilang siapa-siapa ya“ dengan mata membesar sehingga saksi takut dan tidak berani cerita kepada siapa-siapa," ungkapnya.


Lebih lanjut, Wandi mengungkapkan, pada Mei tahun 2018, pelaku kembali melakukan pencabulan terhadap FA di lokasi dan modus yang sama. Selain itu, korban juga diimingi-imingi uang sebesar Rp5 ribu, agar perbuatannya tidak diceritakan kepada orang lain."Pada bulan yang sama. Namun hari dan tanggalnya tidak ingat lagi, untuk kedua kalinya terdakwa melakukan perbuatan cabul terhadap saksi FA. Setelah terdakwa selesai melakukan perbuatannya, terdakwa memberikan uang sebesar Rp5 ribu kepada FA supaya tidak bilang ke siapa-siapa," ungkapnya.


Wandi mengungkapkan, atas perbuatan Ali Jaya diancam pidana dalam Pasal 82 ayat (1) undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 76 E Undang - undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
"Selain FA, terdakwa juga melakukan perbuatan cabul terhadap, beberapa anak di bawah umur lainnya," ungkapnya.


Sementara itu, terdakwa Ali Jaya tidak melakukan eksepsi atau penolakan terhadap dakwaan JPU, maka jadwal sidang selanjutnya langsung mendengarkan keterangan saksi-saksi.
Diberitakan sebelumnya, AJ (35), warga Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, digelandang ke Mapolres Cilegon, Rabu (11/7) dini hari setelah ketahuan menggagahi 13 bocah perempuan berusia 4-13 tahun yang ada di lingkungan tempat ia tinggal.  (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook