Masih Kreditan, Dijual ke Pantai di Lampung

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 26 Oktober 2018 - 14:28:42 WIB   |  dibaca: 753 kali
Masih Kreditan, Dijual ke Pantai di Lampung

DIAMANKAN : Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono (tengah) didampingi Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Dedy Hermawan memperlihatkan barang bukti sepeda motor yang rencananya dikirim ke Lampung Utara, Kamis (25/10).

PANDEGLANG - Polres Pandeglang menggagalkan pengiriman puluhan unit sepeda motor yang rencananya dikirim ke Kabupaten Lampung Utara tepatnya di Jalan Raya Labuan-Pandeglang, Kecamatan Labuan, Kamis (11/10) lalu. Puluhan motor jenis matik yang masih proses kreditan tersebut akan digelapkan untuk dijual kepada para petani di Lampung.

Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku, yakni Faat (40), warga Desa Sindangkarya, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, dan Hendri Efendi (36), warga Kelurahan/Kecamatan Bukitkemuning, Kabupaten Lampung Utara, beserta 25 unit motor matik berbagai merek.

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, awal mula penggagalan saat petugas mencurigai sebuah truk bermuatan puluhan unit motor melintas di wilayah Labuan. Dari kecurigaan anggotanya, kendaraan itu diberhentikan untuk dilakukan pemeriksaan. "Pada saat diperiksa ternyata sebagian motor yang diangkut sudah diketok nomornya, bahkan nomor rangkanya disamarkan. Kendaraan ini ada yang memiliki STNK, ada pula yang tidak," kata Kapolres saat ekpos di Mapolres Pandeglang, Kamis (25/10).

Dijelaskan Kapolres, kasus tersebut adalah modus baru dalam tindak pidana penadahan kendaraan bermotor, lantaran hampir semua kendaraan masih proses kredit ke lising. Rencananya kata Kapolres, motor itu akan dikirim ke Lampung. "Yang jelas, modus seperti ini baru pertama kali di Pandeglang. Berdasarkan pengakuan pelaku, puluhan kendaraan motor ini akan dijual belikan kepada para petani di Lampung Utara," jelasnya.

Kaporles mengimbau masyarakat untuk melapor takut ada kendaraan mereka yang berhasil diungkap. Bahkan, jajarannya terus melakukan pengembangan atas kasus tersebut. "Kami terus berupaya melakukan registrasi pencarian kepada para pemilik kendaraan ini. Kami berharap para pemilik kendaraan, baik perorangan maupun lising ataupun finance bisa melapor. Kami juga masih mendalami kasus ini karena kuat dugaan mereka memiliki jaringan yang lebih luas," ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku diancam Pasal 481 KUHP Tentang Penadahan, lantaran dengan sengaja membeli atau menyimpan barang yang diperoleh dari hasil kejahatan. "Kedua pelaku sudah kita tetapkan menjadi tersangkat dengan ancaman kurungan penjara paling lama 7 tahun," tegasnya.

Salah seorang pelaku, Faat mengaku puluhan kendaraan itu diperolehnya dari teman-teman yang menawarkan dengan harga per motor jutaan rupiah. "Kadang dapat dari teman yang menawarkan. Saya kadang-kadang beli di jalan. Harga belinya Rp 2 juta sampai Rp 2.3 juta. Saya tawarkan lagi ke Bang Hendri," katanya.

Faat berdalih tidak mengetahui bila kendaraan yang ditampungnya bermasalah. Sepengetahuan dia, kendaraan yang dibelinya tidak memiliki sangkut paut apapun. "Saya tidak tahu kalau motor itu bermasalah, ada teman yang bilang kalau beberapa kendaraan hanya membayar denda saja. Kan saya percaya saja dengan teman," tuturnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook