Anggaran Puspemkab Terpakai untuk Gaji ke-14

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 01 November 2018 - 11:35:43 WIB   |  dibaca: 112 kali
Anggaran Puspemkab Terpakai untuk Gaji ke-14

SERANG – Proses pembebasan lahan untuk pusat pemerintahan kabupaten (Puspemkab) seluas 20 hektar yang awalnya ditargetkan selesai tahun ini dipastikan molor ke tahun depan. Adapun alasan molornya pembebasan lahan tersebut karena anggaran yang tersedia hanya sebesar kurang lebih Rp33 miliar dari yang dibutuhkan sekitar Rp55 miliar. Namun demikian proses pembebasan lahan tetap terus berjalan.


Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, proses pembebasan lahan puspemkab masih terus berproses karena ada beberapa sanggahan dari pemilik tanah. “Pembebasan jalan terus. Terkait adanya sanggahan itu tidak menghambat rencana kegiatan fisik yang akan kita lakukan tahun depan, karena kalau sanggahan itu urusannya pemilik dengan pengadilan,” kata Wabup, Rabu (31/10).


Terkait dengan harga lahan, Pandji memastikan tidak ada permasalahan karena hal tersebut sepenuhnya sudah diserahkan ke tim appraisal. “Tahun ini belum (selesai-red), karena anggarannya enggak cukup. Anggarannya saat ini hanya ada sekitar Rp33 miliar, sementara kebutuhannya kan Rp55 miliar. Untuk lahan yang dibebaskan 20 hektar dari total yang dibebaskan kurang lebih 60 hektar,” ujarnya.


Ia mengungkapkan, tidak mencukupinya anggaran untuk pembebasan lahan tersebut karena anggaran yang semula tersedia Rp43 miliar digunakan untuk membayar gaji ke-13 dan gaji ke-14. “Anggarannya kepakai Rp10 miliar. Pembayaran gaji ke13 dan ke-14 itu juga merubah konstelasi anggaran kita. Kalau tahun depan Insya Allah pembebasan lahan bisa selesai semua. Semoga tidak ada kendala lagi,” tuturnya.


Disoal terkait dengan perkembangan rencana pembangunan fisik Puspemkab, Pandji mengungkapkan, saat ini Pemkab Serang masih fokus menyelesaikan revisi siteplannya. “Lagi diselesaikan dulu review site plan dan DED (detail engineering design)-nya, karena adanya kondisi yang menuntut untuk direview. Contohnya, SDN Sadah dalam siteplan pertama tidak muncul di komplek Puespemkab, tapi sekarang dimasukan,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook