Isu Penculikan Anak Hoaks

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 02 November 2018 - 11:59:43 WIB   |  dibaca: 432 kali
Isu Penculikan Anak Hoaks

REDAM ISU : Kabid Humas Polda Banten AKBP Whisnu Caraka menyatakan bahwa informasi imbauan waspada penculikan anak dari Mabes Polri adalah hoaks, kemarin. Masyarakat diminta untuk tidak resah.

SERANG- Kabar penculikan anak kian marak beredar di masyarakat, dan tersebar di media sosial. Salah satunya, kabar penculikan anak di Pasar Rau Kota Serang. Polda Banten memastikan bahwa kabar penculikan anak itu adalah hoaks atau berita bohong.


Screenshot kabar penculikan anak yang tersebar di media sosial diunggah oleh akun facebook Nong Linda Sih Geboy. Akun itu menginformasikan jika ponakannya menjadi korban penculikan di sekitar Pasar Rau Barat. Ponakannya itu sempat di rumah kosong di wilayah Cimuncang, namun berhasil kabur, setelah melawan pelaku penculikan.


Selain itu, banyak juga tersebar selebaran imbauan dari Polda Metro Jaya terkait penculikan anak yang berumur 1-12 tahun. Orangtua anak diminta untuk berhati-hati kepada pelaku penculikan yang menyamar sebagai penjual, om tolelet, orang gila, pengemis dan lain-lain.


Kabid Humas Polda Banten AKBP Whisnu Caraka memastikan bahwa isu penculikan anak yang saat ini sedang marak beredar di sosial media, baik di facebook atau grup whatsapp adalah kabar bohong.

Untuk itu Polda Banten meminta masyarakat supaya tidak perlu resah, karena isu tersebut tidak benar adanya."Terkait dengan isu penculikan anak, kita sudah lakukan konfirmasi ke jajaran kapolres, bahwa isu itu tergolong hoaks," katanya kepada Banten Raya, kemarin.


Whisnu menjelaskan, sampai saat ini tidak ada satu pun masyarakat yang melaporkan atau menjadi korban peristiwa penculikan anak. Oleh karena itu, menurutnya, isu ini diciptakan hanya untuk menciptakan kekisruhan di masyarakat saja.


"Isu-isu itu diduga ada pihak ketiga yang menginginkan wilayah Banten tidak kondusif. Kita semua berhati-hati, tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh dengan kabar tersebut, karena isu itu membuat hal yang tidak diinginkan seperti main hakim sendiri atau tindakan yang melanggar hukum," jelasnya.


Whisnu mengungkapkan, akibat isu penculikan anak tersebut, seorang dengan gangggan jiwa di daerah Curug Sawer, Kabupaten Pandeglang hampir jadi bulan-bulanan warga. "Sepeti di Pandeglang, ada orang yang dipukuli atau main hakim sendiri oleh masyarakat yang terpancing isu penculikan anak tersebut. Penculikan anak tidak ada," ungkapnya.


Untuk itu, masyarakat diminta tak mudah percaya isu hoaks, namun harus tetap waspada. Apabila ada hal-hal yang mencurigakan, warga sebaiknya segera melaporkan hal tersebut ke polisi dan tidak main hakim sendiri. "Adanya gambar-gambar yang tersebar di medsos itu hoaks. Tapi kita tetap waspada, namun tidak mudah terpancing dan main hakim sendiri, karena yang rugi kita sendiri," katanya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook