Warga Minta Limbah Cilowong Dijernihkan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 02 November 2018 - 14:39:10 WIB   |  dibaca: 370 kali
Warga Minta Limbah Cilowong Dijernihkan

BERDAMPAK BURUK : Kolam penampungan air limbah sampah (lindi) TPSA Cilowong, Kamis (1/11). Warga meminta agar ada upaya penjernihan air lindi ini.

SERANG – Sejumlah warga yang tinggal di dekat TPSA Cilowong meminta agar pengelola sampah menjernihkan limbah sampah yang mengalir ke sawah dan sumur warga. Saat ini limbah sampah berupa cairan yang juga disebut dengan air lindi itu berwarna hitam dan bau.


Maman Nurjaman, warga Kampung Pasir Gadung, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, mengatakan bahwa sejak awal adanya TPSA Cilowong warga terkena dampak buruk. Air lindi yang dihasilkan dari sampah tidak hanya mencemari lingkungan melainkan juga menyebabkan sejumlah warga terserang penyakit.Karena itu warga meminta agar air limbah itu dijernihkan sehingga bisa digunakan untuk mengairi sawah atau mengairi tanaman warga.“Kalaupun enggak 90 persen jernihnya minimal 70 persenlah,” kata Nurjaman, Kamis (1/11).


Nurjaman mengatakan bahwa warga pernah menggunakan air limbah itu untuk mengairi sawah. Hasilnya, produksi gabah merosot. Dari 10 karung produksi yang dihasilkan biasanya akan merosot menjadi 5 bahkan 3 karung saja. Tampilan beras pun berwarna hitam bukan putih bersih. Nasi yang dihasilkan pun buruk secara kualitas karena cepat basi. “Pagi dimasak jam 12 siang itu sudah basi,” katanya.


Nurjaman menyatakan bahwa selama ini warga sudah sering meminta penjernihan air limbah Cilowong namun tidak pernah direspons. Bahkan warga diminta memperlihatkan dasar hukum saat meminta agar air limbah dijernihkan. Selama TPSA Cilowong berdiri sampai saat ini belum ada upaya dari pemerintah daerah untuk melakukan penjernihan air lindi. “Selama ini hanya penampungan dari satu kolam ke kolam lain,” katanya.


Nurjaman mengungkapkan bahwa dari sisi kesehatan, air limbah diyakini menyebabkan sejumlah penyakit yang sebelumnya tidak pernah ada di kampung mereka. Salah satunya adalah penyakit kusta. Saat ini ada 2-3 orang yang menderita kusta. Sementara sebelumnya ada puluhan warga yang menderita kusta tetapi saat ini sudah sembuh. “Air limbah ini mengalir ke 3 kelurahan, yaitu Kelurahan Cilowong, Kalanganyar, dan Panggungjati. Bahkan kalau hujan bisa sampai Kelurahan Serang,” ujarnya.


Muhdi, warga lain, mengatakan bahwa akibat adanya air limbah dari TPSA Cilowong ada warga yang tidak pernah menanam padi karena sawah mereka persis berada di samping pembuangan air lindi. Warga menilai percuma menanam padi karena tanaman padi mereka pasti akan mati menghitam. “Karena itu warga hanya mengandalkan air hujan saat menanam padi,” katanya.


Muhdi mengatakan bahwa sebenarnya dari bukit yang ada di Cilowong ada aliran air jernih yang mengalir dan dapat digunakan oleh warga. Namun saluran air jernih ini kemudian bersatu dengan air lindi sehingga pada akhirnya air tetap tercemar oleh air limbah ini. Ia mengatakan bahwa warga yang tinggal di sekitar Cilowong hanya ingin agar ada usaha mengelola air limbah agar tidak membahayakan warga. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook