Nyabu, Dua ASN Dituntut 2 Tahun Penjara

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 02 November 2018 - 14:41:34 WIB   |  dibaca: 560 kali
Nyabu, Dua ASN Dituntut 2 Tahun Penjara

PATUNGAN BELI NARKOBA : Kedua terdakwa menjalani persidangan dengan agenda penuntutan dalam kasus pemilikan sabu, kemarin.

SERANG - Glen Pawitan, pejabat eselon IV di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten, dan Freddy S Sagala, pejabat eselon IV di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, dituntut dua tahun penjara dan 3 bulan rehabilitasi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten karena terbukti menggunakan narkoba.


JPU Kejati Banten Dirja mengatakan, terdakwa Glen Pawitan, dan Freddy S Sagala terbukti memiliki, menyimpan, menguasai narkotika golongan I. Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.


"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Glen Pawitan dan Freddy S Sagala, dengan pidana 2 tahun penjara dan mewajibkan keduanya mengikuti program rehabilitasi selama 3 bulan," kata JPU kepada Ketua Majelis Hakim Efiyanto dalam sidang kasus kepemilikan sabu keduanya di Pengadilan Negeri Serang, Kamis (1/11).


Adapun hal-hal yang memberatkan terdakwa yaitu, perbuatan keduanya telah melanggar hukum dan tidak mengindahkan program pemerintah dalam pemberantasan narkotika sebagai pertimbangan memberatkan. Hal meringankan, terdakwa mengaku berterus terang dan menyesali perbuatannya, merupakan tulang punggung keluarga, dan belum pernah dihukum.


Kasus itu terungkap bermula saat Freddy dan Glen patungan membeli satu paket sabu pada Mei 2018 seharga Rp500 ribu. Keduanya kemudian memesan sabu melalui temannya bernama Gem (daftar pencarian orang) dengan melakukan pembayaran melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM).


Setelah transaksi dilakukan, sabu pesanan kedua terdakwa dikirim dan di simpan di pinggir jalan Perum Puri Raya, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Serang Kota Serang. Selanjutnya, 1 paket sabu tersebut dibagi menjadi dua bagian.

Keesokan harinya, ketika Freddy sedang membeli nasi pecel lele di daerah Jalan Lingkar Selatan Kota Serang, polisi menangkap terdakwa. Meski tidak ditemukan barang bukti, dari hari pemeriksaan tes urin, mengandung metamfetamina. Dari hasil itu kemudian polisi melakukan penggeledahan di rumah Freddy dan ditemukan tiga buah kantong platik bening berisi kristal putih diduga sabu, seberat 0,39 gram, 3 batang pipet kaca bekas pakai dan 1 unit alat penghisap atau bong.


Tidak hanya disitu, polisi juga melakukan pengembangan. Dari keterangan Freddy, sabu tersebut dibeli secara patungan bersama Glenn Pawitan. Berdasarkan informasi dari terdakwa dilakukan penangkapan terhadap Glenn Pawitan oleh Polisi Polda Banten.


Menaggapi tuntutan JPU, kedua terdakwa Glen dan Freddy mengajukan pledoi atau nota pembelaan dan meminta waktu selama dua pekan. Namun, Hakim hanya memberikan waktu selama sepekan kepada pengacaranya untuk mempersiapkan nota pembelaan.  "Sidang ditunda Kamis depan dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi dari terdkawa," kata Ketua Majelis Hakim PN Serang Efiyanto. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook