Jokowi: Saya Dibilang Katanya PKI, Itu Fitnah

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 05 November 2018 - 11:28:54 WIB   |  dibaca: 89 kali
Jokowi: Saya Dibilang Katanya PKI, Itu Fitnah

SILATURAHMI : Presiden Joko Widodo (kiri) memberikan cendra mata kepada Pimpinan Ponpes Raudhotul Ulum Cidahu, Abuya Muhtadi (kanan), Sabtu (3/11).

PANDEGLANG - Calon Presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi menyindir sejumlah pihak yang sudah melontarkan isu bohong mengenai dirinya di media sosial. Beberapa isu tersebut mengenai tuduhan sebagai kader Partai Komunis Indonesia (PKI). "Saya dibilang katanya Presiden Jokowi itu PKI, saya diam saja.

Sebetulnya itu fitnah. Yang jelas saya sampaikan keluarga besar sampai nenek moyang saya itu muslim," kata Jokowi, dalam sambutannya saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhotul Ulum di Kampung Cidahu, Desa Tanagara, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (3/11).


Jokowi pun mengingatkan semua pihak untuk tidak berprasangka buruk. Dia mengharapkan masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu yang tidak benar. "Mari kita hijrah untuk kemajuan. Hijrah ujaran kebencian dan hijrah berprasangka jelek untuk menjadi negara yang maju. Insya Allah tahun 2040 negara kita maju dan kuat, kalau kita konsisten kerja keras untuk terus membangun fondasi, baik infrastruktur maupun ekonomi," ujarnya.


Jokowi mengajak masyarakat untuk menjaga kondusifitas menjelang Pemilu 2019. "Dalam menghadapi pesta rakyat di 2019 saya sebagai Presiden mengharapkan jangan sampai ada gesekan ataupun hal-hal yang tidak diinginkan. Kita harus mengutamakan keamanan dan kenyamanan di negeri ini,” harap capres nomor urut 01 ini.


Tokoh Banten R Achmad Dimyati Natakusumah yang hadir dalam acara itu menyebutkan kegiatan silaturahmi yang dilakukan Jokowi sangat bagus karena dinilai bisa mendongkrak suara di Pilpres 2019 mendatang. "Terkait pilpres ini kan memang masih dalam perhitungan, tapi kalau silaturahmi ini terus digalakkan begini ya pak Jokowi jadi (menang di Pilpres). Apalagi Prabowo-Sandi belum. Maka saya memonitor saja selama positif dan bagus, kenapa tidak. Sekarang yang silaturahminya rajin itu yang bagus," katanya.


Dimyati belum bisa menentukan hak pilihnya dalam pilpres, meski saat ini partainya dinilai lebih condong untuk mengusung pasangan nomor urut 02, yakni Prabowo-Sandi. "Pilpres kan kita belum menentukan. Pilpres itu bagaimana ada manfaatnya untuk negara dan bangsa. Kalau di Pilpres kita sendiri belum ada arahan guru dan ulama bagaimana. Selebihnya itu rahasia personal. Intinya saya sekarang ini all out di Pileg," imbuhnya.


Hadir dalam acara itu, Pimpinan Ponpes Raudhotul Ulum, KH Abuya Muhtadi, Kepala BIN Letjen TNI Tedi Laksana, Gubernur Banten, Wahidin Halim, Kapolda Banten Brigjen Teddy Minahasa Putra, Danrem 064/MY Kol Czi Budi Hariswanto, Wakapolda Banten Kombes Pol Tomex, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Dandim 0601/Pandeglang Letkol INF Fitriana Nurheru Wibawa, Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono, Ketua MUI Pandeglang Hamdi Ma’ani dan ratusan santri. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook