Kualitas Bantuan Benih Padi Diragukan

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 05 November 2018 - 11:31:42 WIB   |  dibaca: 61 kali
Kualitas Bantuan Benih Padi Diragukan

MULAI TANAM : Sejumlah petani di Kecamatan Cimanuk membersihkan benih padi di lahan sawah miliknya, Minggu (4/11).

SOBANG - Petani Desa Teluklada, Kecamatan Sobang, mempertanyakan kualitas bantuan benih padi dari pemerintah. Pasalnya, para petani kecewa karena bantuan benih padi yang dibagikan tahun lalu kualitasnya dinilai rendah.

Dihubungi melalui teleponnya, Zaenal warga Desa Teluklada sangat menyayangkan bantuan benih padi yang diberikan pemerintah. Karena pada tahun 2017 lalu bantuan benih tersebut hasilnya tidak maksimal. "Menurut pengalaman tahun kemarin, bantuan bibit padi dari pemerintah kualitasnya sangat rendah," kata Zaenal kepada Banten Raya, Minggu (4/11).


Zaenal menjelaskan pengadaan benih padi dari pemerintah tahun lalu justru merugikan para petani. Benih yang diberikan pertumbuhannya sangat lambat. "Hasilnya kurang bagus. Pertumbuhannya juga lambat. Pada saat panen hasilnya kurang memuaskan. Padahal, bibit dengan kualitas rendah sangat berdampak pada hasil panen yang tidak optimal," ujarnya.


Untuk menghindari kualitas benih tersebut tidak terjadi di tahun 2018, Zaenal meminta dinas terkait untuk mengecek apakah bantuan benih yang akan disalurkan kepada para petani sudah sesuai mutu atau tidak. "Kami mohon untuk Distan (Dinas Pertanian) Pandeglang untuk mengecek ulang bantuan bibit padi karena kualitas lebih utama yang harus diperhatikan," harapnya.


Warga lainnya, Abidin mengatakan hal yang sama. Menurutnya, pemerintah harus memastikan bantuan benih padi tahun ini berkualitas. Para petani tidak menginginkan bantuan tersebut tak bermanfaat. "Kami ingin bibit padi yang diberikan layak tanam. Jangan sampai pada saat benih disalurkan hasilnya tidak ada. Jadi sebelum bibit diberikan, harus dipastikan, apakah sudah diuji laboratorium atau belum? Sudah layak tanam atau tidak?," tuturnya.


Kepala Bidang Tanaman Pangan Distan Pandeglang, Nasir memastikan bantuan benih padi tahun 2018 berkualitas. "Pasti bagus, kita gak mungkin main-main. Sekarang pastinya benih yang dikirim layak tanam, tidak mungkin kualitasnya jelek. Benih ini kan dibelinya melalui e-katalog, dan sudah lulus uji yang levelnya dari PT SHS (Sang Hyang Sri). Kalau tahun kemarin tidak ada, mungkin itu bantuan langsung dari pusat," imbuhnya.


Nasir menyarankan para petani yang tidak ingin menerima bantuan benih dari pemerintah dapat membelinya menggunakan dana pribadi. "Kalau tidak mau bantuan sudah saja beli di kios. Saya ini sudah memohon-mohon agar dikasih bantuan benih oleh provinsi dan pusat untuk alokasi ke Pandeglang biar petani kita tidak berat, minimal dia bisa beli pupuk karena sekarang subsidi sudah tidak ada untuk benih itu," sarannya.


Nasir mengingatkan para petani untuk menerima bantuan benih padi yang diberikan pemerintah. Bahkan, saat ini penyaluran benih tersebut sedang dalam proses. "Sekarang kita harus berterima kasih kepada pemerintah.

Apalagi sekarang untuk tahap kedua yang diberikan provinsi, Pandeglang dikasih bantuan benih 16.500 hektar, dan sekarang lagi disalurkan meski ada beberapa kecamatan yang belum. Kemudian tahap ketiga saya minta lagi ke pusat, alhamdulilah dikasih 19.300 hektar, dan sekarang lagi disalurkan," jelasnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook